Bank Sumut Perkuat Sinergi Strategis di Batam, Dorong Pertumbuhan Inklusif
Batam(harianSIB.com)PT Bank Sumut (Perseroda) terus mengakselerasi transformasi bisnis melalui penguatan kolaborasi strategis dengan pemerin
Teheran (harianSIB.com)
Majelis Ahli Iran menunjuk Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Baru Revolusi Islam. Demikian dilaporkan Kantor berita Iran Tasnim pada Senin (9/3/2026) seperti dikutip dari kompas.com
Disebutkan bahwa, penunjukan Mojtaba Khamenei dilakukan setelah wafatnya Ayatollah Seyed Ali Khamenei, yang memimpin Iran selama 37 tahun sejak meninggalnya Imam Khomeini pada 1989. Majelis Ahli kemudian memilih Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Revolusi Islam ketiga di Iran.
Sebelumnya, seorang anggota Majelis Ahli, Ayatollah Mohsen Heidari Alekasir, mengeluarkan pernyataan yang menyiratkan sudah adanya pengganti Ayatollah Ali Khamenei di posisi Pemimpin Tertinggi Iran tanpa menyebut nama.
Ia hanya menyampaikan, pemilihan pemimpin baru Iran mengikuti arahan dari mendiang Ali Khamenei, bahwa pemimpin tertinggi Iran seharusnya menjadi sosok yang "dibenci oleh musuh".
Ulama tingkat menengah berusia 56 tahun tersebut dipilih lebih dari sepekan setelah ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, tewas dalam serangan udara di tengah perang antara Iran dengan AS dan Israel.
Sosok yang disebut "penjaga gerbang" Khamenei Mojtaba Khamenei dikenal sebagai figur yang memiliki pengaruh besar di balik layar selama kepemimpinan ayahnya. CNN melaporkan, ia memiliki hubungan dekat dengan aparat keamanan Iran serta jaringan bisnis besar yang berada di bawah pengaruh mereka.
Mojtaba juga dikenal menentang kalangan reformis yang ingin membuka hubungan lebih luas dengan Barat, terutama terkait upaya pembatasan program nuklir Iran. Kedekatannya dengan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) memberinya pengaruh besar dalam struktur politik dan keamanan Iran.
Dalam sebuah pernyataan pada Senin, Garda Revolusi Iran pun menyampaikan kesiapan mendukung kepemimpinan Mojtaba Khamenei. "IRGC siap untuk patuh sepenuhnya," tulis mereka, dikutip dari AFP.
Sumber yang mengetahui dinamika politik di negara itu menyebut Mojtaba selama ini berperan sebagai "gatekeeper" atau penjaga akses terhadap ayahnya. "Dia memiliki basis dukungan kuat di dalam IRGC, terutama di kalangan generasi muda," kata Kasra Aarabi, kepala riset IRGC di organisasi kebijakan berbasis di AS, United Against Nuclear Iran, dilansir dari Reuters.
Di Iran, pemimpin tertinggi memiliki kewenangan paling besar dalam urusan negara, termasuk kebijakan luar negeri dan program nuklir.
Mojtaba tercatat lahir pada 1969 di kota suci Syiah, Mashhad. Ia tumbuh ketika ayahnya terlibat dalam gerakan oposisi terhadap Shah Iran sebelum Revolusi Islam 1979. Saat muda, ia sempat bertugas dalam perang Iran-Irak.
Mojtaba kemudian menempuh pendidikan agama di seminari Qom, pusat pembelajaran teologi Syiah di Iran, dan memiliki gelar ulama dengan tingkat Hojjatoleslam. Meski memiliki pengaruh besar, ia tidak pernah memegang jabatan resmi dalam pemerintahan Republik Islam Iran.
Ia juga jarang berbicara di depan publik, meski kadang terlihat menghadiri aksi massa yang mendukung pemerintah. Peran Mojtaba di dalam negeri sendiri sempat memicu kontroversi karena sebagian pihak menolak kemungkinan munculnya politik dinasti di Iran, negara yang menggulingkan monarki pada 1979.
Sementara itu, Istri Mojtaba, yang tewas dalam serangan udara pada Sabtu (8/3/2026), merupakan putri dari tokoh Iran dan mantan ketua parlemen, Gholamali Haddadadel.
Pada 2019, Departemen Keuangan Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terhadap Mojtaba Khamenei. Pemerintah AS menilai Mojtaba menjalankan peran resmi mewakili pemimpin tertinggi Iran meski tidak pernah dipilih atau ditunjuk dalam jabatan pemerintahan, selain bekerja di kantor ayahnya.
AS juga menuduh Mojtaba bekerja sama dengan komandan Pasukan Quds dari IRGC serta milisi Basij untuk "mendorong ambisi regional yang mengganggu stabilitas serta tujuan domestik yang represif". Pada 2024, sebuah video yang menunjukkan Mojtaba menghentikan kelas fikih Islam yang ia ajarkan di Qom sempat beredar luas dan memicu spekulasi mengenai alasannya. (*)
Batam(harianSIB.com)PT Bank Sumut (Perseroda) terus mengakselerasi transformasi bisnis melalui penguatan kolaborasi strategis dengan pemerin
Batubara(harianSIB.com)Polres Batubara menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan yang menewaskan seorang wanita berinisial S (41), di lapangan
Medan(harianSIB.com)Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup melemah 0,48 persen di level 7.082,39 setelah sempat menguat di awal
Tapteng(harianSIB.com)Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) menunda rapat paripurna Laporan Keterangan P
Tapteng(harianSIB.com)Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tapanuli Tengah (Tapteng) berhasil mengungkap kasus tindak pidana melarika
Pematangsiantar(harianSIB.com)Perayaan Paskah Oikumene Kota Pematangsiantar tahun 2026 berlangsung sukses dan meriah meski tanpa dukungan an
Jakarta(harianSIB.com)Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut Kementerian Perhubungan bakal mengevaluasi taksi Green SM yang diduga m
Medan(harianSIB.com)Pemerintah Kota Medan bersama Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Utara dan PT Bank Sumut meluncurkan inovasi digital ber
Bengkulu(harianSIB.com)Kejaksaan Negeri Bengkulu Selatan kembali mengembangkan kasus dugaan penyalahgunaan wewenang penerbitan sertifikat ta
Medan(harianSIB.com)Kejati Sumut menggelar acara pelepasan dan perpisahan dengan Harli Siregar, yang akan melaksanakan tugas dan jabatan bar
Medan(harianSIB.com)Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) bergerak cepat merespons kelangkaan minyak goreng kemasan sederhana m
Medan(harianSIB.com)Polda Sumut melalui tim penyidik Subdit II Ditresnarkoba meringkus seorang mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) di