Jakarta(harianSIB.com)
Situasi keamanan di barat laut Pakistan kembali memanas setelah operasi militer dalam beberapa hari terakhir berujung baku tembak sengit antara pasukan keamanan dan kelompok bersenjata.
Militer Pakistan pada Jumat (24/4/2026) mengonfirmasi sedikitnya 22 orang yang diduga militan tewas dalam rangkaian operasi sepanjang pekan ini. Operasi gabungan tersebut dilakukan untuk menekan aktivitas kelompok bersenjata yang meningkat di wilayah rawan.
Dilansir AFP mengutip CNBC Indonesia, bentrokan terjadi di distrik Khyber yang berbatasan langsung dengan Afghanistan, kawasan yang dikenal sebagai jalur pergerakan kelompok bersenjata lintas batas.
Selain menewaskan puluhan militan, insiden ini juga menimbulkan korban sipil. Seorang anak berusia 10 tahun dilaporkan tewas setelah terjebak dalam baku tembak.
Baca Juga:
Perdana Menteri Shehbaz Sharif menyampaikan belasungkawa dan mengecam keras aksi kekerasan tersebut, seraya menegaskan komitmen pemerintah dalam memerangi terorisme.
Dalam beberapa tahun terakhir, serangan di Pakistan meningkat dan banyak diklaim oleh kelompok Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP). Pemerintah Pakistan juga menuding Afghanistan sebagai tempat perlindungan militan, meski hal itu dibantah.