Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 23 Oktober 2026

Pembuluh Darah Tidak Ditemukan, Seorang Napi Selamat dari Eksekusi Mati

Redaksi - Jumat, 22 Mei 2026 18:35 WIB
1.581 view
Pembuluh Darah Tidak Ditemukan, Seorang Napi Selamat dari Eksekusi Mati
Tony Carruthers

Washington(harianSIB.com)

Seorang narapidana di Amerika Serikat lolos dari eksekusi mati, setidaknya sementara, karena kejadian tak terduga. Eksekusi dengan suntikan mematikan di negara bagian Tennessee itu dibatalkan setelah staf medis tidak dapat menemukan pembuluh darah yang sesuai.

Dikutip dari detikcom, Tony Carruthers, 57 tahun, dijadwalkan untuk dieksekusi mati pada hari Kamis (21/5) pagi waktu setempat di penjara di Nashville atas pembunuhan tiga orang pada tahun 1994.

Lembaga Pemasyarakatan (LP) Tennessee mengatakan personel medis telah menemukan jalur infus utama untuk memberikan obat mematikan, tetapi tidak dapat menemukan pembuluh darah lain yang sesuai untuk cadangan, yang dibutuhkan berdasarkan protokol suntik mati Tennessee.

"Eksekusi kemudian dibatalkan," kata LP Tennessee dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (22/5/2026).

Baca Juga:
Amy Harwell, pengacara Carruthers mengatakan kepada USA Today, bahwa selama proses yang berlangsung sekitar dua jam tersebut, kliennya itu kesakitan dan banyak darah mengalir saat staf medis berusaha menemukan pembuluh darah guna memberikan dosis pentobarbital yang mematikan.

Gubernur Tennessee Bill Lee memberikan penangguhan eksekusi selama satu tahun kepada Carruthers, yang tetap bersikeras bahwa dirinya tidak bersalah.

Stacy Rector, direktur eksekutif organisasi Tennesseans for Alternatives to the Death Penalty (TADP), mengatakan "upaya eksekusi Tony Carruthers yang gagal ini mengerikan, tetapi tidak mengejutkan."

"TADP telah menyuarakan kekhawatiran selama bertahun-tahun tentang masalah serius dengan suntikan mematikan dan mendesak negara bagian kita untuk lebih transparan sehingga masalah-masalah ini dapat diatasi," kata Rector.

Carruthers adalah salah satu dari dua narapidana yang dijadwalkan untuk dieksekusi mati di Amerika Serikat pada hari Kamis (21/5) waktu setempat.

Richard Knight, 47 tahun, dieksekusi dengan suntikan mematikan pada Kamis pukul 18.13 di Florida karena pembunuhan seorang wanita dan putrinya yang berusia empat tahun pada tahun 2000.

Sebanyak 14 eksekusi mati telah dilakukan di Amerika Serikat tahun ini -- tujuh di Florida, empat di Texas, dua di Oklahoma, dan satu di Arizona. (*)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Diplomasi Kandang Kambing Bebaskan TKI dari Eksekusi Mati
Kutuk Eksekusi Mati Tuti, Demonstran ?Segel? Kedubes Saudi
China Eksekusi Mati Pria yang Bunuh 9 Siswa dalam Penikaman Massal
IPW: Jaksa Agung u201cLeletu201d Eksekusi Mati Jilid IV Terpidana Narkoba
Jepang Eksekusi Mati 6 Anggota Sekte Hari Kiamat
Kejagung Anggarkan Rp9,7 T di 2019, Termasuk Eksekusi Mati 12 Orang
komentar
beritaTerbaru