Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 25 Juni 2026

Iran-AS Capai Kesepakatan di Swiss, Trump Tetap Layangkan Ancaman

Redaksi - Selasa, 23 Juni 2026 21:20 WIB
298 view
Iran-AS Capai Kesepakatan di Swiss, Trump Tetap Layangkan Ancaman
Foto: Detikcom/AFP
Presiden AS Donald Trump.

Swiss(harianSIB.com)

Iran dan Amerika Serikat (AS) mencapai kesepakatan teknis dalam perundingan yang berlangsung di Swiss. Salah satu hasil utama pembicaraan tersebut adalah pembentukan empat kelompok kerja yang akan membahas isu nuklir, pencabutan sanksi, pembangunan ekonomi, serta mekanisme pemantauan dan implementasi kesepakatan. Meski demikian, Presiden AS Donald Trump tetap melontarkan ancaman terhadap Teheran.

Media pemerintah Iran, IRNA, melaporkan, kedua negara sepakat membentuk kelompok kerja Penghentian Sanksi, Urusan Nuklir, Rekonstruksi dan Pembangunan Ekonomi, serta Pemantauan dan Implementasi.

Informasi itu disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, pada Selasa (23/6/2026), sebagaimana dilansir Detikcom.

Di sisi lain, Ketua Parlemen Iran sekaligus kepala negosiator Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan, Selat Hormuz akan tetap berada di bawah pengelolaan Republik Islam Iran sesuai hukum internasional. Pernyataan itu disampaikan usai putaran pertama perundingan Iran-AS di Swiss yang digelar sehari sebelumnya.

Baca Juga:
Menurut Ghalibaf, pembicaraan di kawasan resor Burgenstock menghasilkan sejumlah kemajuan penting, termasuk terkait Selat Hormuz, situasi di Lebanon, pengecualian ekspor minyak Iran, serta pencairan dana yang selama ini dibekukan.

"Selat Hormuz tidak akan pernah kembali ke kondisi sebelum perang dan akan dikelola oleh Republik Islam Iran sesuai dengan hukum internasional," ujar Ghalibaf seperti dikutip IRNA.

Dalam video yang diunggah ke akun Telegram pribadinya, Ghalibaf menyebut hasil perundingan tersebut sebagai "pencapaian yang baik", meskipun ia mengakui proses diplomasi masih berada pada tahap awal dan memerlukan upaya lanjutan.

Sementara itu, Amerika Serikat dilaporkan menangguhkan sementara sebagian sanksi terhadap sektor minyak Iran setelah Wakil Presiden JD Vance menyatakan Teheran bersedia menerima kembali inspeksi dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Kesepakatan tersebut juga membuka peluang bagi Iran untuk memperoleh keringanan sanksi tambahan dari Washington serta pencairan sejumlah aset yang selama ini dibekukan.

Meski demikian, Teheran menegaskan, pembicaraan di Swiss tidak mencakup negosiasi baru terkait program nuklirnya. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyatakan negaranya tidak membuat komitmen baru dalam perundingan tersebut.

Baghaei menambahkan, kerja sama Iran dengan IAEA akan tetap berlangsung sesuai prosedur yang berlaku, dengan persetujuan parlemen dan keputusan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran. (*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Besok, PT Pos Barus Akan Cairkan Dana Stimulan Ekonomi dan Jadup
Perundingan Terancam Kandas, Delegasi Iran Tinggalkan Negoisasi Pasca  Ancaman Trump
Pelayanan Zending HKBP UAS kepada Anak-anak di Pinggiran Rel Mabar Penuh Sukacita
Peredaran Narkoba di Lapas Labuhanbilik Dibongkar, 3 Orang Ditangkap
Trump Teken MoU Damai dengan Iran
Prospek Damai AS-Iran Tekan Harga Karet dan CPO Global
komentar
beritaTerbaru