Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 14 Juli 2026

Disorot Dunia, China Pakai Jembatan Apung untuk Evakuasi Korban Banjir

Redaksi - Selasa, 14 Juli 2026 10:47 WIB
160 view
Disorot Dunia, China Pakai Jembatan Apung untuk Evakuasi Korban Banjir
Foto: China Daily.com
China menggunakan jembatan apung portabel untuk mengevakuasi korban banjir.

Jakarta(harianSIB.com)

Evakuasi korban banjir di China menjadi sorotan dunia setelah petugas terlihat menggunakan jembatan apung portabel untuk mengevakuasi warga yang terjebak banjir.

Badan penanggulangan darurat China, Anneng Construction Group mengerahkan peralatan tersebut, yang dapat ditempatkan di air, dilipat, dan dihubungkan menjadi bagian yang lebih panjang untuk berfungsi sebagai feri darurat untuk penyelamatan di tengah banjir.

Kantor berita China, Xinhua yang menyebut platform raksasa itu sebagai 'Bahtera Nuh', melaporkan bahwa jembatan portabel itu memiliki kapasitas hingga 500 penumpang untuk sekali jalan.

Pada hari Rabu lalu, Anneng Construction Group, sebuah organisasi yang berawal dari batalyon teknik konstruksi militer, menggunakan jembatan ponton bertenaga mesin itu untuk mengevakuasi 6.000 orang yang terjebak banjir di Guigang, Guangxi.

Baca Juga:
Kedutaan Besar China di seluruh dunia telah membagikan rekaman penyelamatan di media sosial untuk menunjukkan kegunaan peralatan tersebut.

Tim tanggap darurat China juga menggunakan drone pengangkut berat untuk menyelamatkan korban dan mengirimkan pasokan makanan, melengkapi kemampuan awak helikopter pencarian dan penyelamatan. Helikopter konvensional juga aktif dalam operasi tersebut.

Dilansir The Economic Times, Sabtu (11/7/2026), operasi ini telah menarik perhatian luas karena penggunaan teknologi penyelamatan inovatif dalam keadaan darurat skala besar. Gambar dan video yang dirilis oleh otoritas China menunjukkan respons terkoordinasi, menyoroti bagaimana peralatan teknik khusus dan sistem udara modern dapat memainkan peran penting dalam melindungi nyawa selama bencana alam.

Detik.com melansir, netizen dunia di berbagai platform media sosial ramai memuji penggunaan jembatan apung tersebut sebagai tindakan inovatif. Banyak pula yang menyebutnya sebagai bentuk kepedulian dan respons tanggap darurat pemerintah yang patut diacungi jempol terhadap warga terdampak banjir.

Awal pekan ini, curah hujan lebat akibat Badai Tropis Maysak menyebabkan Sungai Yu meluap. Sekitar 8.000 personel China telah dikerahkan untuk upaya penanggulangan, dan sekitar 130.000 penduduk telah diselamatkan.

Hingga saat ini, 39 orang telah meninggal, sebagian besar di Nanning, tempat jebolnya bendungan yang menyebabkan banjir bandang yang parah.(*)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
China Hukum Mati Pejabat Korupsi Rp 5,8 Triliun
Imigrasi Soetta Bongkar Sindikat Kawin Pesanan ke China, Tiga WN Tiongkok Dideportasi
AS Masukkan Alibaba, Baidu dan BYD ke Daftar Hitam Militer China
Satgas PASTI Ungkap Modus Penipuan IPO Fiktif dan Drama China
Ini Kata Purbaya soal Keluhan Kadin China ke Prabowo
Kirim Senjata ke Iran, Trump Ancam China
komentar
beritaTerbaru