Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 28 Juli 2026

Pelaku Serangan Berlin Pride Tewas Ditembak Polisi, Satu Orang Tewas dan 29 Luka-luka

Redaksi - Selasa, 28 Juli 2026 09:45 WIB
100 view
Pelaku Serangan Berlin Pride Tewas Ditembak Polisi, Satu Orang Tewas dan 29 Luka-luka
Deutsche Welle (DW)/detikNews
Tersangka serangan mematikan di Berlin Pride tewas ditembak polisi.

Jerman(harianSIB.com)

Penyelidikan kasus serangan mematikan di perayaan Berlin Pride atau Christopher Street Day (CSD) memasuki babak baru. Polisi Jerman menembak mati tersangka utama, Abdul B. (21), di kawasan pinggiran Berlin pada Minggu (26/7), setelah hampir 24 jam diburu sejak aksi brutal yang mengguncang pusat ibu kota Jerman.

Abdul B. diduga menjadi pelaku serangan yang diawali dengan menabrakkan sebuah mobil van putih ke arah kerumunan peserta festival di dekat Gerbang Brandenburg, Sabtu (25/7) sekitar pukul 22.00 waktu setempat. Setelah kendaraan menghantam pohon, pelaku keluar dari mobil dan menyerang sejumlah orang menggunakan senjata tajam yang diduga berupa parang sebelum melarikan diri.

Juru Bicara Kepolisian Jerman, Florian Nath, sebagaimana dilansir Detikcom, mengatakan, kendaraan yang digunakan merupakan milik pribadi, bukan kendaraan sewaan. Polisi kemudian mengevakuasi mobil tersebut dan melakukan pengejaran terhadap pelaku di kawasan Tiergarten.

Akibat serangan itu, seorang perempuan meninggal dunia, sementara 29 orang lainnya mengalami luka-luka. Beberapa korban dilaporkan dalam kondisi kritis. Insiden tersebut juga memaksa penyelenggara menghentikan seluruh rangkaian acara dan mengevakuasi ribuan pengunjung festival.

Baca Juga:
Menteri Dalam Negeri Jerman, Alexander Dobrindt, menyatakan seluruh indikasi mengarah pada aksi teror bermotif ekstremisme Islamis. Karena itu, penyelidikan kini diambil alih oleh Jaksa Agung Federal Jerman yang menangani kasus-kasus terorisme dan kejahatan yang mengancam keamanan negara.

Menurut otoritas Berlin, Abdul B. lahir di Jerman dan berkewarganegaraan Jerman, sementara ibunya berdarah Lebanon. Ia diketahui pernah menyebarkan propaganda ISIS melalui internet dan sempat berusaha bergabung dengan kelompok tersebut di Suriah, meski upayanya gagal. Sesuai kode etik pers di Jerman, identitas lengkap pelaku tidak dipublikasikan.

Kanselir Jerman, Friedrich Merz, menyebut insiden itu sebagai serangan terhadap masyarakat Jerman. Senada, Presiden Frank-Walter Steinmeier menilai aksi tersebut merupakan serangan terhadap cara hidup masyarakat dan nilai hidup berdampingan.

Ratusan warga berkumpul di Gerbang Brandenburg pada Minggu untuk mengenang korban sekaligus menyampaikan solidaritas kepada komunitas LGBTQ+. Mereka menegaskan bahwa serangan tersebut tidak akan menggoyahkan semangat kebersamaan dan demokrasi.

Peristiwa ini diperkirakan kembali memanaskan perdebatan mengenai isu migrasi dan keamanan di Jerman menjelang sejumlah pemilihan penting di beberapa negara bagian. Selain itu, serangan tersebut juga memunculkan kembali kekhawatiran terhadap efektivitas pengamanan acara publik berskala besar dan pengawasan terhadap individu yang memiliki riwayat radikalisme. (*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
2 Karate Tobasa Ikuti Kejuaraan Dunia di Jerman
Menhan: Terorisme Bukan Islam, Kita Harus Berantas
Wiranto: RI Harus Kerja Sama dengan Negara Lain Hadapi Terorisme
Mendagri Minta Seluruh Ormas Lawan Terorisme hingga Narkoba
MK Kukuhkan UU Terorisme karena Sesuai Pancasila
Tunangan Khashoggi Disebut Punya Hubungan dengan ISIS
komentar
beritaTerbaru