Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 11 September 2026

"Gunung Sampah" Longsor, 30 Orang Tewas di Guinea

Redaksi - Senin, 24 Agustus 2026 12:32 WIB
1.043 view
"Gunung Sampah" Longsor, 30 Orang Tewas di Guinea
Foto: REUTERS/Souleymane Camara

Guinea(harianSIB.com)

Hujan deras yang mengguyur ibu kota Guinea, Conakry, memicu longsor besar di sebuah tempat pembuangan sampah (TPA) pada Minggu (23/8/2026) dan menewaskan sedikitnya 30 orang. Tumpukan sampah dalam jumlah besar runtuh dan menimbun tenda serta bangunan-bangunan sederhana di sekitarnya.

Pemerintah Guinea dikutip CNBC Indonesia, mengatakan longsor terjadi sekitar pukul 02.00 waktu setempat. Selain 30 orang yang meninggal dunia, enam orang dilaporkan mengalami luka serius dan 16 lainnya mengalami luka ringan.

Bencana tersebut terjadi kurang dari sepekan setelah pemerintah mengumumkan rencana menutup lokasi pembuangan sampah tersebut dan memindahkan limbah ke tempat lain karena dianggap membahayakan masyarakat, terutama selama musim hujan.

Musim hujan di sejumlah wilayah Afrika Barat kerap meningkatkan risiko longsor dan banjir bandang mematikan, terutama di kawasan perkotaan yang padat dan memiliki keterbatasan infrastruktur.

Baca Juga:

Tim penyelamat langsung dikerahkan ke lokasi untuk mencari korban dan membersihkan material longsor. Petugas menggunakan ekskavator serta peralatan lainnya untuk menyingkirkan tumpukan sampah dan material yang menimbun kawasan tersebut.

Sejumlah saksi mata mengatakan skala longsor sangat besar. Material sampah yang runtuh disebut cukup besar untuk menimbun sebuah bangunan apartemen, selain sejumlah tempat tinggal yang kondisinya lebih sederhana dan rentan.

Besarnya dampak longsor terlihat dari kesaksian warga yang kehilangan anggota keluarganya. Seorang perempuan bernama Cire Diallo mengatakan lima anaknya menjadi korban dalam bencana tersebut.

"Saya telah kehilangan semua anak saya. Yang bisa saya lakukan hanyalah mempercayakan diri kepada Tuhan," kata Diallo, sebagaimana dilansir Reuters.

Pemerintah masih melakukan operasi pencarian dan penyelamatan di lokasi. Alat-alat berat digunakan untuk membuka material longsor guna mencari kemungkinan korban lainnya sekaligus membersihkan kawasan yang terdampak.

Perdana Menteri Guinea Amadou Oury Bah kemudian mendatangi lokasi pada Minggu untuk melihat langsung kerusakan serta mengawasi penanganan bencana.

Baca Juga:

Dalam pernyataan pemerintah, Bah meminta masyarakat untuk "tetap tenang, menunjukkan solidaritas, dan secara ketat mengikuti instruksi dari layanan penyelamatan serta pihak berwenang."

Menteri Administrasi Teritorial Guinea Djenab Toure sebelumnya mengatakan pemerintah menutup tempat pembuangan sampah tersebut dan berencana memindahkan limbah ke lokasi di luar Conakry.

Keputusan itu diambil karena kondisi TPA dianggap membahayakan, terutama dengan berlangsungnya musim hujan yang meningkatkan risiko longsor.

Adapun bencana tersebut terjadi di negara yang memiliki kekayaan sumber daya alam besar, tetapi masih menghadapi persoalan kemiskinan dan keterbatasan infrastruktur.

Guinea memiliki cadangan bauksit terbesar di dunia serta salah satu deposit bijih besi yang belum ditambang terbesar dan terkaya di dunia di Simandou. Proyek pertambangan besar di kawasan tersebut mulai diluncurkan pada November.

Namun, kekayaan sumber daya alam tersebut berdampingan dengan kondisi infrastruktur yang buruk dan tingkat kemiskinan yang masih luas.

Baca Juga:

Menurut laporan Bank Dunia yang diterbitkan pada April, sekitar 3,7 juta dari total 15,1 juta penduduk Guinea hidup dengan pendapatan kurang dari US$4,2 per hari. (*)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Paulus Tannos Punya Paspor Diplomatik Guinea Bissau
Kerusuhan Antar Suporter di Guinea Tewaskan 100 Orang
Kalah dari Guinea, Timnas Indonesia U-23 Gagal Raih Tiket Olimpiade Paris
Mantan Pemain Barcelona Cetak Gol, Timnas Indonesia U-23 Tertinggal 0-1
Jelang Laga Playoff Indonesia U-23 Vs Guinea U-23, Bintang Guinea Kirim Ancaman
Mau Nonton Indonesia U-23 Vs Guinea U-23, Ini Caranya
komentar
beritaTerbaru