Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 24 Oktober 2026

Kembali Meledak: AS Gempur Pulau Larak Iran, IRGC Sumpahkan Balasan Keras

Redaksi - Senin, 31 Agustus 2026 16:40 WIB
676 view
Kembali Meledak: AS Gempur Pulau Larak Iran, IRGC Sumpahkan Balasan Keras
via REUTERS/U.S. Central Command
Amerika Serikat kembali melancarkan serangan atas Iran pada Senin (30/8) dini hari, setelah sempat jeda selama sebulan.

Jakarta(harianSIB.com)

Pasukan Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan militer mematikan ke Pulau Larak pada Minggu (30/8/2026), menghancurkan dua peluncur senjata milik Iran. Ini merupakan aksi tempur pertama AS terhadap Teheran sejak akhir Juli lalu, yang kembali memanaskan ketegangan di jalur strategis Selat Hormuz.

Mengutip Reuters, Anadolu Agency dan melansir CNBC Indonesia, seorang pejabat AS mengonfirmasi operasi tersebut. Serangan dilakukan setelah intelijen mendeteksi Pasukan Garda Revolusi Islam (IRGC) sedang bersiap meluncurkan roket berisi ranjau laut tepat ke jalur pelayaran internasional.

"Saya dapat mengonfirmasi bahwa hari ini pasukan AS menyerang dua peluncur Iran di Pulau Larak," ujarnya singkat namun tegas.

Baca Juga:

Tanggapan datang seketika dan sangat keras dari pihak Iran. Departemen Hubungan Masyarakat IRGC menyebut serangan itu sebagai tindakan agresi kejam yang menimbulkan korban di kalangan pejuang hingga warga sipil di wilayah Hormozgan Selatan.

"Musuh Amerika-Zionis bertindak karena kegagalan internal dan merosotnya wibawa lalu menyerang Pulau Larak dan melukai kami. Kami bersumpah memberikan hukuman setimpal," bunyi pernyataan tajam IRGC.

Warga setempat melaporkan mendengar ledakan dahsyat mengguncang wilayah tersebut. Kantor berita Tasnim menyebut serangan diduga dilakukan menggunakan pesawat tak berawak milik AS.

Ketegangan di Selat Hormuz kini berada di puncaknya. Pekan lalu, Presiden AS Donald Trump sudah memperingatkan bahwa setiap pihak yang memasang ranjau baru di perairan ini akan langsung dimusnahkan. Konflik yang telah berjalan enam bulan ini terkatup buntu AS terus mengancam sanksi tambahan, sementara jalur laut vital bagi pasokan minyak dunia kini terblokir total.

Konflik yang bermula 28 Februari ini telah memakan ribuan korban jiwa, jutaan pengungsi, serta kerusakan luar biasa baik di Iran maupun kawasan sekitarnya.(*)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Jika Diperlukan, AS Siap Gunakan Serangan Militer
Hadapi Serangan Militer Filipina, ISIS Mulai Rencanakan Serangan Bunuh Diri
Kapal Perang Iran dan AS Terlibat Insiden di Selat Hormuz
Filipina Segera Lancarkan Serangan Militer untuk Lumpuhkan Abu Sayyaf
Serangan Militer Arab Saudi di Yaman Dilancarkan
komentar
beritaTerbaru