Iran(harianSIB.com)
Sejumlah ledakan dilaporkan mengguncang kawasan pesisir selatan Iran pada 1 September hingga dini hari 2 September 2026. Militer Amerika Serikat (AS) disebut melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
Komando Pusat AS atau CENTCOM menyatakan serangan diarahkan ke sistem pertahanan udara, radar, aset dan fasilitas maritim, kemampuan pemasangan ranjau, serta jaringan komunikasi IRGC.
Washington menyebut operasi tersebut sebagai respons atas dugaan upaya IRGC menyerang kapal komersial di Selat Hormuz dan personel AS di kawasan. Presiden AS Donald Trump menyatakan negaranya menghantam Iran dengan keras dan siap melancarkan serangan lain apabila diperlukan.
Keterangan video yang beredar menyebut serangan menggunakan jet tempur dan rudal Tomahawk. Namun, hingga 3 September 2026, CENTCOM belum mengumumkan secara terperinci jenis amunisi dalam gelombang serangan terbaru.
Baca Juga:
Associated Press melaporkan ahli persenjataan yang memeriksa foto serpihan di salah satu lokasi menilai benda itu kemungkinan bagian dari bom luncur JSOW atau rudal SLAM-ER buatan AS.
Sebelum serangan terbaru, pasukan AS pada 30 Agustus dilaporkan menghantam dua peluncur roket Iran di Pulau Larak. Washington menyebut perangkat tersebut dipersiapkan untuk menebarkan ranjau di Selat Hormuz.