Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 03 September 2026

Pesisir Iran Diguncang Ledakan, Selat Hormuz Memanas

Redaksi - Kamis, 03 September 2026 09:29 WIB
158 view
Pesisir Iran Diguncang Ledakan, Selat Hormuz Memanas
Foto AP/Jacquelyn Martin
Presiden Donald Trump berbicara di Ruang Oval Gedung Putih, Senin, 31 Agustus 2026, di Washington.

Iran(harianSIB.com)

Sejumlah ledakan dilaporkan mengguncang kawasan pesisir selatan Iran pada 1 September hingga dini hari 2 September 2026. Militer Amerika Serikat (AS) disebut melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Komando Pusat AS atau CENTCOM menyatakan serangan diarahkan ke sistem pertahanan udara, radar, aset dan fasilitas maritim, kemampuan pemasangan ranjau, serta jaringan komunikasi IRGC.

Washington menyebut operasi tersebut sebagai respons atas dugaan upaya IRGC menyerang kapal komersial di Selat Hormuz dan personel AS di kawasan. Presiden AS Donald Trump menyatakan negaranya menghantam Iran dengan keras dan siap melancarkan serangan lain apabila diperlukan.

Keterangan video yang beredar menyebut serangan menggunakan jet tempur dan rudal Tomahawk. Namun, hingga 3 September 2026, CENTCOM belum mengumumkan secara terperinci jenis amunisi dalam gelombang serangan terbaru.

Baca Juga:
Associated Press melaporkan ahli persenjataan yang memeriksa foto serpihan di salah satu lokasi menilai benda itu kemungkinan bagian dari bom luncur JSOW atau rudal SLAM-ER buatan AS.

Sebelum serangan terbaru, pasukan AS pada 30 Agustus dilaporkan menghantam dua peluncur roket Iran di Pulau Larak. Washington menyebut perangkat tersebut dipersiapkan untuk menebarkan ranjau di Selat Hormuz.

Iran kemudian dikabarkan membalas dengan menembakkan rudal balistik ke pangkalan AS di Yordania. Dua kapal tanker pembawa minyak Saudi juga dilaporkan diserang proyektil tak dikenal saat melintasi kawasan Hormuz.

Ledakan disebut terdengar di Bandar Abbas, Pulau Qeshm, Jask, Sirik, Konarak, Asaluyeh, Ahvaz, dan sejumlah wilayah lain. Di Kuhestak, Kabupaten Sirik, Provinsi Hormozgan, Pemerintah Iran menyatakan sebuah rumah yang digunakan untuk pesta pernikahan terkena serangan.

Empat orang, termasuk seorang anak berusia empat tahun, dilaporkan meninggal dunia dan 68 orang lainnya terluka dalam insiden tersebut. Menteri Kesehatan Iran menyebut seluruh gelombang serangan terbaru menewaskan 18 orang dan melukai 108 lainnya.

Reuters dilaporkan belum dapat memverifikasi secara independen insiden di pesta pernikahan itu. CENTCOM menyatakan mengetahui laporan tersebut dan sedang menelaahnya, sambil menegaskan militer AS tidak dengan sengaja menjadikan warga sipil sebagai sasaran.

Iran disebut meluncurkan rudal dan pesawat nirawak ke lokasi yang diklaim sebagai aset AS di Yordania, Bahrain, Kuwait, dan Irak. Teheran mengklaim serangannya menimbulkan kerusakan dan korban di pihak AS, sementara pejabat AS menyatakan penilaian awal tidak menemukan korban.

Ketegangan turut berdampak terhadap lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz. Data pelacakan kapal menunjukkan hanya empat kapal komoditas melintasi selat itu pada 1 September, turun dari 10 kapal sehari sebelumnya. Harga minyak Brent juga disebut mendekati 96 dolar AS per barel.(**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
BPS Sumut Ajak Warga Pemutakhiran DTSEN Mandiri
IHSG Ditutup Menguat, Tren Kenaikan Harga Minyak Mentah Picu Koreksi Rupiah
BNI Jelaskan Dasar Tindakan terhadap Rekening Nasabah di Gunungsitoli
Logo Bank Mandiri di Jl MH Thamrin Dicopot Pasca Viral Pemblokiran Rekening Aktivis Pati
Koalisi Sipil Kecam Pemblokiran Rekening Koordinator AMPB, Minta Bank Mandiri Buka Akses
Simalungun Tuan Rumah Peluncuran Pemutakhiran Data Keluarga Sumut
komentar
beritaTerbaru