Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 04 September 2026

Volkswagen Krisis! 100 Ribu Karyawan Terancam PHK, 4 Pabrik Jerman di Ujung Tanduk

Redaksi - Jumat, 04 September 2026 15:02 WIB
129 view
Volkswagen Krisis! 100 Ribu Karyawan Terancam PHK, 4 Pabrik Jerman di Ujung Tanduk
REUTERS/Liesa Johannssen
Raksasa otomotif asal Jerman, Volkswagen Group.

Jakarta(harianSIB.com)

Raksasa otomotif asal Jerman, Volkswagen Group, menyepakati rencana restrukturisasi terbesar dalam sejarah industri otomotif global: menghapus hingga 100 ribu posisi karyawan hingga akhir dekade ini. Langkah drastis disepakati manajemen dan serikat pekerja untuk menghadapi tekanan persaingan ketat, penurunan kinerja, dan tantangan pasar.

Berdasarkan kesepakatan, perusahaan menambah pemangkasan sekitar 50 ribu posisi baru, digabungkan dengan rencana pengurangan sebelumnya, sehingga total mencapai 100 ribu tenaga kerja. Angka ini setara sekitar 15 persen dari total 650 ribu karyawan di seluruh dunia. Dewan Pengawas menyetujui rencana secara bulat, disertai pemangkasan jumlah model kendaraan hingga sekitar setengahnya untuk efisiensi biaya .

Baca Juga:
Tekanan berat berasal dari persaingan tajam produsen kendaraan asal Tiongkok, kelebihan kapasitas produksi di Eropa, serta tarif dan kondisi pasar yang sulit . Status masa depan empat pabrik di Jerman Emden, Zwickau, Hanover, dan Neckarsulm belum terjamin pasca 2030 dan berpotensi ditutup jika tidak mendapat alokasi produksi yang kompetitif .

Volkswagen Group menaungi berbagai merek utama: Volkswagen, Audi, Porsche, Škoda, SEAT/Cupra, Bentley, Lamborghini, dan lainnya. CEO Oliver Blume menegaskan penyesuaian ini diperlukan guna menyelaraskan struktur dengan realitas ekonomi, meski sempat menimbulkan ketegangan internal; namun dukungan penuh diperoleh dari dewan pengawas yang mewakili pemegang saham dan pihak pekerja.

Jika terealisasi, perombakan ini menjadi salah satu langkah pemulihan paling radikal dalam sejarah industri otomotif dunia, yang menunjukkan betapa beratnya persaingan pasar serta perubahan yang menimpa industri mobil Eropa dan Jerman saat ini.(*)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Menhub Ingatkan Merpati Selesaikan Restrukturisasi
2 Karate Tobasa Ikuti Kejuaraan Dunia di Jerman
Griezmann Dua Gol, Prancis Kalahkan Jerman
Terduga Pelaku Pembunuhan Jurnalis Bulgaria Ditangkap di Jerman
Pemkab Simalungun Teken MoU dengan Perusahaan GIZ Jerman
SMA Swasta YP HKBP Pematangsiantar Jalin Kerjasama dengan Kementerian Pendidikan Jerman
komentar
beritaTerbaru