Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 17 September 2026

Petani Kecewa, Bibit Padi Bersertifikat Bantuan Pemerintah Tidak Sesuai Label Kemasan

- Senin, 04 September 2017 19:29 WIB
374 view
Petani Kecewa, Bibit Padi Bersertifikat Bantuan Pemerintah Tidak Sesuai Label Kemasan
SIB/Linggom Parhusip
KECEWA : Petani padi di Nagori Nauli Baru Kecamatan Panei kecewa setelah menimbang bibit padi bersubsidi tidak sesuai dengan yang tertera di label seberat 5 kg, Minggu (3/9).
Simalungun (SIB) -Petani di Nagori Nauli Baru Kecamatan Panei Simalungun sangat kecewa dengan bantuan bibit padi bersubsidi jenis Ciherang bersertifikat yang diterima petani dua minggu lalu dengan kemasan plastik seberat 5 kilogram (kg) tidak sesuai dengan kenyataan.

Petani J Gultom, B Siahaan, K Siahaan, H Nainggolan, A Siahaan, R Sitinjak mengatakan hal tersebut kepada SIB, Minggu (3/9), di saat menimbang di salah satu warung  Dusun Tapian Nauli Nagori Nauli Baru.

H Siahaan dan warga lain menuturkan, bibit padi dikemas di dalam plastik bening dengan tulisan warna biru, setelah ditimbang berat bervariasi 4.2-5 kilogram, padahal satu produsen dari UD Arios Group beralamat Desa Janggir Leto Kecamatan Panei Simalungun.

"Di label kertas dan di plastik tertera berat bibit 5 kg, namun kenyataannya setelah ditimbang berbeda-beda, ini diduga permainan yang disengaja oleh oknum-oknum tak bertanggung mencari keuntungan dengan cara mengurangi isi bibit di dalam kemasan," ungkap marga Nainggolan.

Warga lain Sitinjak mengungkapkan untuk memperoleh bibit padi bersubsidi tersebut petani sudah membayar Rp 20 ribu perkarung plastik dengan berat 5 kg ke Kelompok Tani. "Petani harus membayar Rp 2 ribu perkilogram, namun di dalam kemasan hanya 4 kg," tuturnya.

Program pemerintah menciptakan swasembada beras dan mensejahterakan petani, namun bantuan bibit padi yang diberikan kepada petani tidak sesuai dengan  berat yang tertera di label kemasan dan setelah diperiksa biji padi banyak yang kosong dan dikuatirkan bibit padi tidak berkualitas dengan apa yang tertulis di kantong plastik, 'bibit padi bermutu', ucap H Siahaan.

"Jangan-jangan dari dulu seperti ini timbangannya, aku ga pernah menimbangnya, karena percaya saja pada pemerintah, pantaslah setiap aku menyemaikan bibit bantuan untuk 5 rante selalu tidak cukup," ujar E Gultom.

Para petani berharap agar dinas terkait benar-benar memperhatikan kualitas dan kuantitas bibit padi bersubsidi, sehingga petani dapat bercocok tanam dengan baik dengan harapan produktifitas padi meningkat menuju swasembada beras dan bukan menekan petani. (D13/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru