Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 23 September 2026

Ratusan Guru Honorer Batubara kembali Demo Tuntut Kesejahteraan

- Rabu, 17 Oktober 2018 19:11 WIB
375 view
Ratusan Guru Honorer Batubara kembali Demo Tuntut Kesejahteraan
SIB/Dok
UNJUK RASA: Ratusan guru honorer berunjukrasa di Kantor Bupati dan DPRD Batubara, Selasa (16/10) menuntut honor mereka dinaikkan.
Batubara (SIB) -Ratusan guru honorer yang tergabung dalam Serikat Guru Indonesia (SGI) Kabupaten Batubara kembali berunjuk-rasa di halaman Kantor Bupati Batubara, Selasa (16/10).

Koordinator aksi Irhan Guntara dalam orasinya mendesak Pemerintah Kabupaten Batubara agar memperhatikan kesejahteraan para guru honorer dengan menaikkan gaji, karena selama ini gaji mereka jauh dari harapan.

Selain itu, massa juga mendesak Bupati Batubara menerbitkan Peraturan Bupati tentang tenaga pendidik dan tenaga kependidikan non-PNS, di mana pendidikan berbasis masyarakat non PNS usia di bawah 35 tahun harus diprioritaskan diangkat menjadi CPNS, sedangkan non PNS usia di atas 35 tahun diorientasikan menjadi P3K, serta mendesak agar menaikkan gaji guru honorer sesuai UMR dan memberikan tunjangan yang layak.

"Hari ini gaji guru honorer di Kabupaten Batubara masih jauh dari layak. Bagaimana mau menghidupi keluarga dengan gaji hanya Rp 250.000 - Rp 300.000. Kami minta Pemkab Batubara dapat menampung aspirasi guru honorer," katanya.

Menanggapi aksi massa, Plt Bupati Batubara RM Harry Nugroho mengatakan sudah memperjuangkan aspirasi guru honorer untuk mendapatkan haknya melalui Peraturan Daerah (Perda). Perda itu sudah disusun dan akan menjadi perlindungan bagi para guru di daerah itu.

Massa melanjutkan aksi serupa di depan gedung DPRD Batubara di Limapuluh dan meminta dewan tidak berpangku tangan serta dapat lebih aktif dalam menyikapi persoalan guru honorer.

Menanggapi hal itu, anggota DPRD Batubara dari Fraksi PKS Amak Mukhtas berjanji menindaklanjuti aspirasi dan harapan dari ratusan guru honorer untuk disampaikan kepada pemerintah pusat dalam waktu dekat.

"Besok kami akan berangkat ke Kementerian Pendidikan untuk menyampaikan apa yang menjadi tuntutan dan desakan guru honorer di Batubara. Persoalan ini bukan hanya persoalan kabupaten saja, tetapi menjadi persoalan bagi pemerintah pusat," katanya.

Menurutnya, untuk meningkatkan kesejahteraan guru honorer, maka gaji guru harus dinaikkan. Untuk itu, kami meminta dinas terkait untuk mendata secara valid berapa jumlah guru honorer di Kabupaten Batubara. Sebab, disinyalir masih banyak guru honorer 'siluman'. "Makanya untuk mengalokasikan anggaran itu, harus berhati-hati," pungkasnya. (E11/E15/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru