Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 23 Februari 2026

Jalan Simpang Mesjid Raya Asahan Menuju SMA N 1 Rusak Parah, Warga Harapkan Pengaspalan

Redaksi - Selasa, 11 Februari 2020 20:52 WIB
155 view
Jalan Simpang Mesjid Raya Asahan Menuju SMA N 1 Rusak Parah, Warga Harapkan Pengaspalan
Foto SIB/Jepri Nainggolan
JALAN RUSAK: Jalan Simpang Mesjid Raya menuju SMP N 1 dan SMA N 1 Pulaurakyat rusak di Desa Pulaurakyat Tua, Kecamatan Pulaurakyat, Kabupaten Asahan,  warga harapkan pengaspalan, Senin (10/2). 
Asahan (SIB)
Jalan Simpang Mesjid Raya menuju SMPN 1 dan SMAN 1 Pulaurakyat, Desa Pulaurakyat Tua, Kecamatan Pulaurakyat, Kabupaten Asahan rusak parah.

Dedi dan Nova pelajar SMPN 3 dan SMAN 1 Pulaurakyat saat melintas kepada SIB, Senin (10/2) menyebutkan, jalan ini sudah lama rusak dan terkesan diabaikan dinas terkait. Kalau hujan, jalannya becek seperti kubangan kerbau dan musim kemarau debu berterbangan. Parahnya lagi, saat jalan menuju sekolah sepatu dan celana kotor, akibat terkena percikan air yang ada di sepanjang jalan.

"Sedih kalau dirasakan setiap hari Pak, sudahlah jalan rusak parah, hujan datang jalan digenangi air dan lumpur. Mau tidak mau kami harus rela menempuh jalan ini, biar sampai ke sekolah. Untung saja jalan ini pernah dihamparkan batu padas pecahan vetron oleh warga, agar bisa dilalui, untuk menutup lubang-lubang jalan yang digenangi air. Namun itu hanya bisa bertahan sebentar. Sampai kapan kami harus menderita seperti ini," ujarnya.

Mislianto, warga setempat mengatakan, jalan tanpa nama ini mempunyai lebar bervariasi. Seharusnya jalanan begini dekat bisa ditempuh dengan waktu paling sekitar 20 menit menuju desa lainnya. Tapi akhirnya harus mengorbankan waktu. “Kepada siapa kami harus mengadukan keadaan ini, kasihan warga dan anak sekolah melintasi jalan cukup melelahkan dan menyiksa diri seperti ini,” katanya.

Dikatakan lagi, sebagian dari elemen warga hanya bisa berharap dan mendoakan, Pemerintah Kabupaten Asahan terlebih Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang (PUPR) memperhatikan kondisi jalan tersebut, serta berbagai jalan lain yang keadaannya sama, sehingga masyarakat yang selama ini banyak menaruh harapan akan perubahan disertai perbaikan tidak hanya sebatas menunggu janji dan mendapatkan “angin sorga" dari pemerintah setempat.

“Janji boleh-boleh saja, tapi janganlah hanya sebatas angin sorga. Warga tidak kenyang apalagi hidup senang hanya sebatas makan angin. Warga hari ini menanti janji pemerintah untuk memberikan yang terbaik.

Coba kalau jalanan mulus, warga tentunya akan termudahkan dalam banyak hal dan tentu saja pada akhirnya akan senang dan bangga memiliki pemerintah yang perduli. Tetapi semua pertanyaan itu bermuara kepada satu arah. Kapankah jalan kami diperbaiki? Bilakah kami diperlakukan adil seperti mereka jalan yang bagus. Tak bisa menjawab semuanya membisu," tukasnya. (L09/q)

SHARE:
komentar
beritaTerbaru