Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 10 Juni 2026
Program Pamsimas III Disosialisasikan

Kordinator Pamsimas: Mulai Pangkatan Sampai Panai Hilir Labuhanbatu Masih Banyak Masyarakat BAB Sembarangan

Redaksi - Rabu, 09 September 2020 15:38 WIB
728 view
Kordinator Pamsimas: Mulai Pangkatan Sampai Panai Hilir Labuhanbatu Masih Banyak Masyarakat BAB Sembarangan
Foto Dok/ Bappeda Labuhanbatu.
SOSIALISASI: Kepala Bappeda Labuhanbatu, Hobol Zulkifli Rangkuti didampingi Kabid Infrastruktur Bappeda, Rusdy Peranginangin dan Kasi Air Minum dan Sanitasi Jonius Sinaga serta Kordinator Pamsimas Labuhanbatu Muhammad Irfansyah Siagian, membuka
Rantauprapat (SIB)
Program nasional Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) III untuk Kabupaten Labuhanbatu tahun anggaran 2021 disosialisasikan. Sasarannya, desa-desa yang belum tersedia air minum yang layak dan sanitasi agar masyarakat tidak buang air besar (BAB) dengan sembarangan, termasuk di sekolah-sekolah.

"Target pertama kita, supaya masyarakat Labuhanbatu tidak BAB sembarangan. Prioritas sanitasi Pamsimas di Labuhanbatu adalah sekolah," sebut Koordinator Distrik Pamsimas Labuhanbatu, Muhammad Irfansyah Siagian saat sosialisasi Program Pamsimas III TA 2021 yang digelar Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda), Senin (7/9), di ruang rapat Bappeda Labuhanbatu.

Saat itu, Irfansyah menyebut program Pamsimas akan berakhir tahun 2021. Dia berharap sasaran di Kabupaten Labuhanbatu dapat mencapai 100%.

"Target kita di Kabupaten Labuhanbatu, bagaimana air minum sampai atau tersedia di desa-desa dan dapat tercapai 100 persen," ungkapnya.

Pamsimas menyediakan air minum dan sanitasi. Kalau saat ini banyak depot air minum hingga ke desa-desa, paling tidak airnya bisa dimanfaatkan untuk jamban sehingga BAB sembarangan disetop, sehingga dapat menekan penyakit diare dan penyakit menular lainnya.

"Masyarakat harus bersedia melakukan perilaku hidup bersih dan sehat, sehingga tidak lagi BAB sembarangan," ujarnya.
Pamsimas ini bersifat pemberdayaan, sehingga peran serta kepala desa dan masyarakat desa sangat penting menyukseskan program nasional tersebut sehingga bermanfaat besar untuk ketersediaan air minum dan air untuk jamban di rumah masyarakat.

Menurutnya, mulai dari Kecamatan Pangkatan sampai ke Kecamatan Panai Hilir banyak masyarakat yang belum memiliki jamban.
"Apalagi di Panai Hilir paling banyak BAB sembarangan. Ini persoalan perilaku. Mereka kurang menyadari, bahwa BAB sembarangan menyebarkan penyakit menular. Ini harus disosialisasikan supaya masyarakat sadar dan berperilaku hidup bersih dan sehat," ujar Irfansyah.

Pendanaan Pamsimas dari APBN, APBD dan dana desa. Jika kepala desa tidak berminat, program ini tidak jadi atau tidak bermanfaat bagi masyarakat.

Kepala Bappeda Labuhanbatu, Hobol Zulkifli Rangkuti menyebut Bappeda sudah mengusulkan 15 desa untuk dapat Pamsimas 2021.

"Pamsimas III merupakan instrumen pelaksanaan dua agenda nasional, untuk meningkatkan cakupan penduduk terhadap pelayanan air minum dan sanitasi layak berkelanjutan, yakni air bersih untuk rakyat serta sanitasi total berbasis masyarakat," jelas Hobol membuka acara itu.

"Kesiapan 15 desa sasaran, seperti penyediaan lahan, harus sudah mulai persiapkan. Kita juga mengharapkan peran media menyosialisasikan program ini untuk dapat berjalan dengan baik," sebutnya.
Kabid Infrastruktur Bappeda, Rusdy Peranginangin dan Kasi Air Minum dan Sanitasi Jonius Sinaga, menyebut adanya perubahan pada panitia kemasyarakatan (Pakem), sehingga melibatkan tokoh masyarakat dan pers.

"Kami mengharapkan partisipasi dan dorongan kepala desa untuk suksesnya proyek Pamsimas di desa masing-masing, sehingga manfaat program nasional ini benar-benar dirasakan masyarakat desa," ujarnya. (BR6/a)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru