Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 02 Mei 2026

Jumat, Golden Time Pencarian Korban Hilang Bencana Alam di Baktiraja Humbahas

Redaksi - Sabtu, 09 Desember 2023 19:20 WIB
434 view
Jumat, Golden Time Pencarian Korban Hilang Bencana Alam di Baktiraja Humbahas
(Foto Dok/Kominfo)
BERI PENJELASAN: Bupati Humbahas, Dosmar Banjarnahor SE memberikan penjelasan mengenai pencarian korban banjir bandang dan longsor di hadapan para korban yang ditampung di kantor Camat Baktiraja, Kamis (7/12).
Humbahas (SIB)
Jumat (8/12) merupakan golden time pencarian korban hilang dalam bencana alam banjir bandang dan longsor di Desa Simangulampe, Kecamatan Baktiraja Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas). Banjir bandang dan longsor itu terjadi, Jumat (1/12) lalu pukul 21.30 WIB.
Pencarian korban hilang sudah dilakukan selama 6 hari dan Jumat hari ketujuh merupakan golden time atau disebut waktu emas yaitu prosedur wajib yang digunakan untuk menyelamatkan korban bencana alam.
Segala upaya sudah dilakukan dengan menurunkan alat berat sebanyak 14 unit, tim gabungan Basarnas, TNI-Polri dibantu masyarakat termasuk penyelam sudah menyisir di perairan Danau Toba. Selain itu, diturunkan K9 (anjing pelacak) dari Polda Sumut untuk mencari korban hilang. Sampai berita ini diterbitkan, 10 orang lagi korban hilang belum ditemukan.
“Walaupun demikian, pencarian para korban hilang akan tetap dilakukan sesuai permintaan keluarga,” kata Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor SE di hadapan para korban banjir bandang dan longsor yang sedang ditampung di kantor Camat Baktiraja, Kamis (7/12).
“Kita punya harapan, para korban hilang cepat ditemukan. Itu doa dan harapan kita bersama. Sangat banyak punya empati kepada kita, banyak bantuan disalurkan kepada kita. Namun apapun yang terjadi, lebih enak tidur di rumah masing-masing, mau seperti apapun keadaannya, dari pada di pengungsian. Makin lama di pengungsian ini, kesehatan dan mental kita akan menurun. Apalagi anak-anak yang masih balita. Maka hari ini, para korban terdampak banjir bandang dikumpulkan di kantor Camat Baktiraja ini. Apa yang diinginkan masyarakat supaya sama-sama kita putuskan,” jelas Bupati Humbahas.
Lebih lanjut kata bupati, home stay yang ada di Baktiraja supaya dipergunakan, termasuk di rumah para keluarga, segala kebutuhan akan disiapkan pemerintah.
Sesuai data, akibat banjir bandang ini, 2 orang meninggal, 10 orang hilang, lahan pertanian rusak, ada 13 unit rumah hilang, 22 rusak berat dan 16 rusak ringan. Rumah yang rusak ringan akan segera diperbaiki dan petugas sudah mulai membersihkan, sehingga nanti pemilik rumah sudah bisa kembali.
Pemerintah melalui BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) bersedia merelokasi rumah yang hilang dan rusak berat sebanyak 35 unit.
“Terkait siswa SD Simangulampe, untuk sementara digabung ke SD Sinambela. Begitu juga dengan anak-anak yang sedang menuntut ilmu, termasuk didalamnya mahasiswa, supaya didata untuk diberikan biayanya. Jangan sampai pendidikannya terganggu termasuk dengan lahan pertanian,” kata Bupati Humbahas. (**)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru