Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 21 Juni 2026

Pembangunan Kawasan Sondregeasi Nisel Rp 9 M Ramai Diperbincangkan Masyarakat

* Dinas PUPR: Program Menopang Pariwisata dan Pertanian
Redaksi - Jumat, 12 Januari 2024 17:45 WIB
266 view
Pembangunan Kawasan Sondregeasi Nisel Rp 9 M Ramai Diperbincangkan Masyarakat
Foto: Ist/harianSIB.com
Brucelee F Dakhi ST
Nias Selatan (SIB)
Pembangunan jalan, drainase serta tembok penahan di Dusun Nanio, Desa Sondregeasi Kecamatan Luahagundre Maniamolo Nias Selatan (Nisel) berbiaya total Rp 9 miliar belakangan ini ramai diperbincangkan masyarakat karena dinilai kurang bermanfaat.
Kritik yang datang dari lapisan masyarakat dihimpun Koran SIB dalam beberapa waktu terakhir intinya menyebutkan, pembangunan yang dilaksanakan mulai TA 2021 hingga tahun 2023 itu hanya terfokus di satu desa saja dengan dana fantastis, sementara manfaat nyata bagi masyarakat tidak dirasakan.
Kadis PUPR Nisel Gayus Duha SPd yang dikonfirmasi melalui Kabid Binamarga Brucelee F Dachi ST, Rabu (10/1) menjelaskan, anggaran untuk pembangunan di Nanio bukan Rp 12 milar sesuai informasi yang beredar di masyarakat.
Dijelaskan, pembangunan tersebut ada tiga paket, mulai dari perkerasan badan jalan dan penimbunan di Desa Sodregeasiasi dengan anggaran Rp 4.898.550.000.
Selanjutnya pembangunan drainase 348 meter dan 524 meter dengan anggaran Rp 1.448.858.080, lalu pembangunan tembok dan perkerasan badan jalan 311 meter sebesar Rp 1.255.513.044.
Brucelee Dachi menjelaskan, terkait asumsi masyarakat yang menganggap pembangunan di Nanio tersebut fiktif, Dinas PUPR telah melaksanakan kegiatan sesuai yang tertera pada LPSE saat dilaksanakan lelang.
Pembukaan jalan dikatakan hanya melalui satu desa saja dengan tujuan menopang pembangunan pariwisata, lahan pertanian yang semuanya diharapkan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
Menanggapi komentar masyarakat bahwa pembangunan tersebut dikatakan tidak merata dan hanya menguntungkan elit politik di Nisel, Bruceele justeru mengatatakan pembangunan itu memiliki azas kemanfaatan.
"Masyarakat pemilik lahan di daerah itu sebenarnya beruntung. Dengan dibukanya lahan tersebut pengembangan wisata kedepan akan berimbas terhadap semarak perekonomian warga setempat," jelasnya.
Sementara, kritik warga untuk menghentikan pembangunan serta menjelaskan dugaan mark up, Brucelee menganggap komentar masyarakat itu hal biasa. "Biasa biasa saja kalau ada komentar masyarakat," tutur Dachi. (**)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
Mahasiswi USU Juara Karate Asia

Mahasiswi USU Juara Karate Asia

Medan(harianSIB.com)Karateka Timnas Indonesia yang juga mahasiswi Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (Fasilkom TI) Universitas S