Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 23 Juni 2026

Pj Wali Kota Tebingtinggi Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Daerah secara Virtual

Redaksi - Senin, 22 Januari 2024 20:14 WIB
303 view
Pj Wali Kota Tebingtinggi Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Daerah secara Virtual
Foto: Dok/Dinas Kominfo
RAKOR VIRTUAL: Pj Wali Kota Tebingtinggi Syarmadani mengikuti rakor pengendalian inflasi daerah secara virtual, Senin (22/1/2024), di ruang kerja lantai IV Balai Kota Tebingtinggi. 
Tebingtinggi (harianSIB.com)

Pj Wali Kota Tebingtinggi Syarmadani bersama stakeholder terkait mengikuti rapat koordinasi (rakor) pengendalian inflasi daerah secara virtual, Senin (22/1/2024), di ruang kerja lantai IV Balai Kota Tebingtinggi.

Rakor yang rutin digelar setiap minggunya ini, dipimpin Mendagri RI Muhammad Tito Karnavian, dari Gedung Sasana Bakti Praja (SBP) Kantor Kemendagri Jakarta. Rakor diikuti seluruh kepala daerah yakni Gubernur, Bupati, Wali Kota, Forkopimda dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).

Mendagri dalam arahannya mengingatkan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk melakukan intervensi kebijakan dalam mengendalikan inflasi akibat kenaikan harga sejumlah komoditas, seperti beras, daging ayam ras dan bawang putih.

Kenaikan harga ketiga komoditas tersebut diungkapkan sejumlah pembicara pada rakor pengendalian inflasi daerah, di antaranya dari Badan Pusat Statistik (BPS), Badan Pangan Nasional (Bapanas), Kantor Staf Presiden (KSP), Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag).

"Khusus untuk masalah pangan, hampir semua pembicara menyampaikan sama. Beras yang masih mengalami kenaikan atau di atas harga acuan pemerintah. Kemudian, daging ayam ras, hampir semuanya menyampaikan demikian dan bawang putih," kata Tito.

Tito menjelaskan, Pemda dengan bantuan stakeholder terkait perlu melakukan langkah-langkah untuk menjaga agar ketiga komoditas itu harganya tetap terkendali.

Sementara di tingkat pusat, Tito menyebut antara badan-badan terkait perlu mengambil inisiatif dan koordinasi lebih lanjut mengenai ketersediaan ketiga komoditas tersebut.

"Saya persilakan siapa saja yang mau ambil inisiatif, apa KSP atau Kemendag atau Bapanas, terutama untuk mengendalikan harga bawang putih dan harga daging ayam ras. Karena bawang putih, sekali lagi tergantung impor. Setelah impornya masuk, realisasikan digelontorkan dengan harga yang wajar. Maka itu pasti akan turun," kata Tito.

Tito juga mengatakan, intervensi pemerintah pusat maupun Pemda dalam bentuk bantuan sosial (bansos), Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan gerakan pasar murah, perlu terus digenjot. Hal ini dilakukan untuk menekan angka inflasi, terutama membantu rakyat yang tidak mampu memiliki daya beli.

"Ini saya kira kembali lagi, perlu duduk bersama antara Badan Pangan. Kita harapkan bisa menjadi wasitnya, Kementan untuk produksi dalam negeri, Kemendag untuk menutup kekurangan dengan cara importasi dan Bulog untuk masalah beras ini, masalah stok nasional," katanya.

Rakor virtual itu juga diikuti Danramil 13/TT Kapt Yudi Chandra, Plt Asisten Ekbang Nasrullah, Kadis Ketapang dan Pertanian Marimbun Marpaung, Kadis Perdagangan, Koperasi dan UKM Zahidin.

Kemudian, Kadis Sosial Khairil Anwar, Kadisnakerperin Iboy Hutapea, Agustiar, mewakili Kepala BPS, perwakilan stakeholder terkait, tim Aptika. (*)


Editor
:
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru