Minggu, 23 Juni 2024 WIB

Tidak Selesai, Proyek Multiyears Rp2,7 Triliun di Jalinsum Palas di Keluhkan Warga

Robert Nainggolan - Jumat, 17 Mei 2024 18:24 WIB
4.285 view
Tidak Selesai, Proyek Multiyears Rp2,7 Triliun di Jalinsum Palas di Keluhkan Warga
(Foto: Dok/SIB/Robert Nainggolan)
AMBLAS: Ruas jalan di Desa Tobing Tinggi, Kecamatan Aek Nabara Barumun, tampak amblas dan bergelombang. Foto diambil, Rabu (8/5/2024).
Padang Lawas (harianSIB.com)
Proyek multiyears Rp2,7 triliun pada peningkatan kapasitas jalan dan jembatan pada ruas Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di Kabupaten Padang Lawas (Palas), dikeluhkan masyarakat.

Pasalnya, proyek peningkatan kapasitas ruas Jalan Ujung Batu-batas Riau sepanjang 3,4 km, ruas jalan Sibuhuan- Ujung Batu sepanjang 3,60 km, pembangunan box culvert 1 dan 2 di ruas jalan Sihaporas- Paringgonan yang dikerjakan PT Waskita KSO ini diduga bermasalah.

Seperti pantauan pada ruas jalan di Desa Bara Batu, Kecamatan Barumun Tengah, terlihat pada sisi sebelah jalan tidak ada gorong-gorong.

Baca Juga:

Sedangkan di Desa Tobing Tinggi, Kecamatan Aek Nabara Barumun, tampak bergelombang dan tambal sulam. Itu pun sudah kupak-kapik. Beberapa jembatan kembar mulai dari Kecamatan Barumun Tengah hingga Kecamatan Aek Nabara Barumun juga menunggu korban.

Kemudian, ruas jalan di Desa Janji Lobi, Kecamatan Lubuk Barumun, kondisinya ada tambal sulam, amblas diduga tanpa gorong-gorong.

Baca Juga:
Selanjutnya, pada ruas jalan di Desa Tanjung Balai, Kecamatan Sosa Julu, Desa Ampolu dan Aek Tinga di Kecamatan Sosa, hingga ruas jalan pada jembatan Pisang Kolot menuju Lapangan Merdeka, Kecamatan Hutaraja Tinggi.



Ruas jalinsum Palas di Desa Bara Batu, Kecamatan Barumun Tengah sebagian sisi tanpa gorong-gorong.

"Kondisi jalan kurang lebih 1 km mulai dari Jembatan Pisang Kolot hingga Lapangan Merdeka hanya ditaburi sirtu lalu diwalas, sekali hujan langsung hanyut. Kondisi ini sejak 2023 sampai sekarang tidak ada pengerjaan, terhenti semua. Kami kecewa, akibat proyek ini kami dan warga lain harus sarapan debu jalan setiap harinya," kata Aliakbar, warga Hutaraja Tinggi, Jumat (17/5/2024).

Sementara itu, Kepala UPTJJ Gunung Tua Rasuli Siregar saat dikonfirmasi jurnalis SIBmengatakan, pengerjaan ruas jalan mulai Jembatan Pisang Kolot hingga Lapangan Merdeka rencananya dilanjutkan dengan metode lain.

"Itu akan dilanjutkan dengan metode yang lain," katanya.

Sedangkan terkait pengawasan selama pengerjaan proyek multiyears Rp2,7 triliun di Sumut, Rasuli mengatakan sudah diserahkan ke PT Citra Diecona.

"Untuk pengawasan sudah diserahkan kepada manajemen konsultan (MK) PT Citra Diecona," katanya. (**).

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Samosir Dua Kali Diguncang Gempa Bumi, Berpusat di Darat
KPU Sumut Mulai Distribusikan Logistik PSU di Samosir dan Nisel
Kejati Sumut Penyuluhan Hukum tentang ITE dan Narkoba di SMAN 5
Semua Penegak Hukum Harus Tegas Berantas Narkotika
Petani Terdaftar di e-RDKK Berhak Terima Pupuk Bersubsidi
Workshop SPS Sumut, Ijeck: Kita Rawat Bersama Media Sehat dan Bertanggungjawab
komentar
beritaTerbaru