Kamis, 18 Juli 2024

Mubazir, Integrated Cold Storage Senilai Rp17,2 Miliar Aset Pemko Sibolga Telantar di Tapteng

Caong Tobing - Sabtu, 15 Juni 2024 18:15 WIB
346 view
Mubazir, Integrated Cold Storage Senilai Rp17,2 Miliar Aset Pemko Sibolga Telantar di Tapteng
(Foto: SNN/Chaong Tobing)
Kondisi bangunan gudang beku terintegrasi (integrated cold storage) milik Pemko Sibolga di Jalan Abdul Rajab Simatupang, yang mubazir dan telantar.
Tapteng (harianSIB.com)
Kondisi bangunan gudang beku terintegrasi (integrated cold storage) milik Pemko Sibolga sangat memprihatinkan. Aset bernilai miliaran rupiah itu sepertinya dibiarkan (telantar) sehingga mubazir.

Karena sejak selesai dibangun dan diresmikan pada 2018 lalu, hingga saat ini gedung yang dilengkapi fasilitas pembekuan ikan tersebut tidak pernah digunakan.

Bangunan integrated cold storage milik Pemko Sibolga ini berlokasi di Jalan Abdul Rajab Simatupang, Kelurahan Sibuluan Nauli, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Baca Juga:


Kondisi bangunan gudang beku terintegrasi (integrated cold storage) milik Pemko Sibolga di Jalan Abdul Rajab Simatupang, yang mubazir dan telantar.(Foto: SNN/Chaong Tobing)

Baca Juga:
Aset bangunan dan dilengkapi fasilitas pendukung yang menghabiskan anggaran senilai total Rp17,2 miliar tersebut, dikerjakan PT Tekadici Indonesia selaku pemenang tender.

Anggarannya bersumber dari Direktorat Pengolahan dan Bina Mutu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia tahun 2018.

Pantauan di lapangan, kondisi gedungnya saat ini sangat memprihatinkan dan sudah banyak yang rusak. Sebagian pagarnya pun sudah hilang diduga diambil maling.

Demikian pula dengan atap bangunan yang habis beterbangan diterpa angin. Banyak pula fasilitas di dalam gedung yang sudah hilang.

Halamannya tertutup ilalang, bahkan sebagian lainnya sudah ditumbuhi semak belukar. Listrik pun sudah lama diputus.

Dilihat sepintas, bangunan tersebut tidak bernilai sama sekali, meski biaya pembangunannya menghabiskan uang negara hingga mencapai Rp17,2 miliar.

Ribu Simatupang, warga setempat yang juga aktivis pemerhati pembangunan menjelaskan, gedung milik negara bernilai belasan miliar tersebut hanya digunakan satu kali, yaitu pada saat peresmian setelah selesai dibangun pada 2018.

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru