Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 Juli 2026
Mengangkat Martabat UMKM

FE Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli Sosialisasi Inovasi Pengolahan Baion di Humbahas

Redaksi - Senin, 15 September 2025 12:45 WIB
761 view
FE Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli Sosialisasi Inovasi Pengolahan Baion di Humbahas
Foto: Dok/Dahlia Nopelina Siallagan
Ketua Tim Peneliti dari Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli (UNITA) Dahlia Nopelina Siallagan SE MM bersama tim peneliti Rini Simangunsong SH MH dan pengerajin Baion di Dolok Sanggul menunjukkan hasil anyaman yang bernilai ti
Roadmap ke depan yakni, pelatihan, pendampingan dan pemasaran. Sosialisasi ini hanyalah pemicu awal. Rencana ke depan sudah disusun dengan matang.


Tahun kedua penelitian akan difokuskan pada pelatihan intensif bagi kelompok UMKM terpilih. Mereka akan dibimbing mengenai teknik pengolahan yang benar, standardisasi produk, manajemen usaha, dan yang paling penting, pemasaran digital. "Kami akan bantu para ibu-ibu pengrajin untuk melek digital. Produk mereka tidak hanya akan dijual di pasar tradisional, tetapi akan kita pasarkan melalui e-commerce dan media sosial untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Bahkan hingga ke mancanegara," ujar Dahlia.


Selain itu, Dahlia juga mengatakan, tim peneliti juga yakni Rini Simangunsong SH MH dari Bidang Ilmu Hukum dan Jacktri Okto Lumban Gaol dari mahasiswa akan mendampingi proses pengajuan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk desain dan inovasi produk olahan Baion. "Ini penting untuk melindungi kekayaan intelektual masyarakat lokal dan menjadi nilai jual tambah," jelasnya.


Semangat kolaborasi untuk kesejahteraan bersama antusiasme para peserta terlihat jelas saat sesi tanya jawab dan diskusi. Banyak yang menyatakan ketertarikannya untuk segera bergabung dalam pelatihan.


Kegiatan sosialisasi itu ditutup dengan komitmen bersama untuk membentuk kelompok kerja (Pokja) yang terdiri dari perajin, dinas terkait, dan akademisi untuk memastikan keberlanjutan program. Semangat kolaborasi antara akademisi, pemerintah dan dunia usaha (UMKM) itu merupakan kunci utama menuju terwujudnya ekonomi kreatif yang berbasis pada kearifan lokal.


Dengan ditemukannya berbagai potensi baru dari tanaman Baion, bukan tidak mungkin ke depannya Kabupaten Humbahas akan dikenal tidak hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai sentra produk olahan anyaman modern dan pangan fungsional berbasis Baion yang mampu bersaing di pasar nasional bahkan global.


Semua ini berawal dari sebuah penelitian yang didanai negara dan disosialisasikan dengan penuh semangat untuk memakmurkan rakyat. (**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru