Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 10 Februari 2026

Ironi di Tinjoan Palas: SUTET PLN Melintas, Tapi 40 KK Masih Hidup Tanpa Listrik

Robert Nainggolan - Minggu, 19 Oktober 2025 13:31 WIB
1.292 view
Ironi di Tinjoan Palas: SUTET PLN Melintas, Tapi 40 KK Masih Hidup Tanpa Listrik
Foto : Robert Nainggolan
Puluhan anak di Tinjoan, Desa Paranjulu, menunggu Sekolah Minggu di depan tempat ibadah, meski desa belum tersambung listrik PLN. Minggu (19/10)2025)

Sibuhuan(harianSIB.com)

Sudah 79 tahun Indonesia merdeka, namun permukiman Tinjoan, Desa Paranjulu, Kecamatan Aek Nabara Barumun, Kabupaten Padang Lawas (Palas), Provinsi Sumatera Utara, masih belum tersentuh listrik PLN.

Sebanyak 40 kepala keluarga (KK) hidup dalam gelap setiap malam, bergantung pada genset yang hanya menyala lima jam per hari, membuat biaya hidup warga semakin berat di wilayah yang hanya berjarak lima kilometer dari jaringan listrik terdekat.

Meski jaringan listrik SUTET 150 kV Gunungtua-Sibuhuan melintas di atas permukiman tersebut, warga Tinjoan belum menikmati aliran listrik PLN.

Baca Juga:

"Sudah ada survei dari PLN, tapi sampai sekarang belum dipasang jaringan ke rumah warga," kata seorang tokoh masyarakat setempat, Minggu (19/10/2025). Kondisi ini dirasakan langsung oleh warga.

Mega Murni Siregar, warga Tinjoan, mengaku kehidupan tanpa listrik membuat aktivitas warga terhambat setiap malam.

"Kalau malam, wilayah ini gelap total. Anak-anak kami sulit belajar, sementara bila tak ada uang untuk beli bensin genset, kami hanya bisa pasang lampu minyak. Kami bukan menuntut lebih, hanya berharap listrik PLN juga sampai ke sini," ujarnya.

Ahmad Husein Hasibuan, guru yang juga warga di permukiman tersebut, mengungkapkan dampak nyata keterbatasan listrik terhadap pendidikan anak-anak.

"Siswa-siswa sulit belajar di malam hari karena gelap, dan kegiatan administrasi sekolah juga terbatas. Kami berharap PLN segera menghadirkan listrik agar anak-anak bisa belajar dengan nyaman dan wilayah kami tidak lagi tertinggal," ujarnya.

Menurut Selamat Sinaga, salah satu warga setempat, ada beberapa kendala utama mengapa listrik PLN belum masuk. Jalan akses ke permukiman Tinjoan diketahui dimiliki secara pribadi oleh Kades Paranjulu, sehingga sempat diportal dan membuat warga kesulitan mengakses PLN.

Baca Juga:

"Kami berharap setelah jalan tidak diportal, pengajuan listrik tidak terkendala, namun Kades tidak setuju karena jalan itu milik keluarganya. Kami sempat mengajukan langsung ke Kantor PLN Sibuhuan, sempat beberapa kali survei, dan terakhir beberapa bulan kemarin diminta mengumpulkan KK dan KTP, tapi hingga kini jalan tetap di tempat," ujarnya.

Selain itu, warga Tinjoan memiliki tumpang-tindih administrasi kepemilikan tanah, dengan tanah warga yang ada ditandatangani oleh empat kepala desa berbeda, termasuk Kades Paranjulu, Kades Sidokan, dan Kades Pintupadang. Hal ini juga membuat legalisasi permukiman menjadi rumit dan menjadi salah satu faktor PLN belum bisa membangun jaringan listrik secara resmi.

Hingga saat ini, pihak pemerintah Desa Paranjulu belum memberikan tanggapan resmi terkait realisasi listrik di permukiman Tinjoan.

Upaya konfirmasi ke PLN ULP Sibuhuan melalui pesan WhatsApp telah dilakukan, namun pihak PLN belum memberikan jawaban resmi. Menurut data internal, lokasi tersebut sudah disurvei dan masuk dalam perencanaan program listrik desa, namun pelaksanaannya masih berjalan secara bertahap.

Kasus permukiman Tinjoan menjadi gambaran nyata tantangan pemerataan listrik di Indonesia, terutama di wilayah 3T (tertinggal, terluar, dan terdepan).

Meskipun pemerintah dan PLN gencar menjalankan program Listrik Masuk Desa, kenyataan di lapangan menunjukkan masih ada warga yang hidup dalam keterbatasan penerangan.

Baca Juga:

Peningkatan akses listrik di desa-desa terpencil seperti Tinjoan dianggap penting tidak hanya untuk mendukung pendidikan dan kesehatan, tetapi juga memperkuat ketahanan energi berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.(**)

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Hujan Deras Guyur Tapteng, Tiang Listrik Roboh
Tiang Listrik PLN di Simalungun Jadi Penyangga Kabel Internet, Warga Keluhkan Tampilan Kumuh
PLN UIP Sumbagut dan YBM Salurkan Santunan Anak Yatim di Hamparan Perak
Sejumlah Warung di Simpang Mekatani Marindal Ludes Terbakar
PLTU Labuhan Angin Komit Tingkatkan Kinerja Berkelanjutan
PLN UIP SBU Raih Silver Trophy di Ajang Anugerah ISSF 2025
komentar
beritaTerbaru