Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 10 Maret 2026

Bencana Alam Jadi Alarm Keras, Organisasi Lingkungan di Asahan Gelar Aksi “Satu Bibit, Sejuta Manfaat”

Franky Simarmata - Sabtu, 27 Desember 2025 19:37 WIB
855 view
Bencana Alam Jadi Alarm Keras, Organisasi Lingkungan di Asahan Gelar Aksi “Satu Bibit, Sejuta Manfaat”
Foto SNN/Franky Simarmata
Berikan Bibit: Ketua Umum Lembaga Ekosistem Indonesia Kabupaten Asahan, Tanggu Raja Nainggolan SH MAP memberikan bibit kepada warga Dusun III, Desa Subur, Kecamatan Air Joman, Kabupaten Asahan, Sabtu (27/12/2025).

Asahan (harianSIB.com)

Rentetan bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Provinsi Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara belakangan ini menjadi alarm keras bagi kelestarian alam dan lingkungan. Merespon situasi itu, sejumlah organisasi lingkungan di Kabupaten Asahan menggelar aksi nyata di Bundaran Tugu Kota Kisaran (27/12/2025) dengan tajuk "Satu Bibit, Sejuta Manfaat". Hijaukan Bumi, Menjaga Masa Depan.

Aksi ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Lembaga Ekosistem Indonesia (LEI) Kabupaten Asahan, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sumatera Utara, Yayasan Pembangunan Masyarakat Pancasila (YPMP) Medan, Ikatan Mahasiswa Peduli Kelestarian Alam (IMAPEKA) dan Korps Mahasiswa Pecinta Alam (KOMACA) Kabupaten Asahan.

Ketua Umum Lembaga Ekosistem Indonesia Kabupaten Asahan, Tanggu Raja Nainggolan SH, MAP, didampingi Bendahara, Fadli Harun Manurung SH menegaskan, bahwa aksi ini adalah langkah konkret untuk memutus mata rantai tragedi ekologis.

"Satu bibit yang ditanam hari ini adalah janji untuk masa depan bumi. Kami ingin menumbuhkan kesadaran kolektif agar bencana yang memakan korban jiwa tidak terus berulang. Alam sudah memberi peringatan dan ini adalah cara kita menjawabnya," tegasnya.

Baca Juga:
TR.Nainggolan juga mengatakan, gerakan ini bertujuan untuk memulihkan ekosistem alam sekaligus melawan praktik pembalakan liar yang kian mengkhawatirkan. Dalam aksi ini, sebanyak 2.000 bibit pohon produktif disalurkan kepada masyarakat yang distribusinya dibagi menjadi dua titik utama.

Yang pertama di Bundaran Tugu Kota Kisaran menjadi saksi pembagian 500 bibit pohon dibagikan kepada pengendara yang melintas sebagai bagian dari kampanye kesadaran publik. Dan di Dusun III, Desa Subur, Kecamatan Air Joman sebanyak 1.500 bibit difokuskan untuk penanaman di Dusun III guna memperkuat daya dukung lingkungan pedesaan. Jenis bibit yang dibagikan meliputi matoa, petai, jambu, asam, durian dan jengkol.

"Pemilihan tanaman produktif ini dilakukan agar masyarakat mendapatkan manfaat ganda, fungsi ekologis sebagai penyerap air dan pencegah erosi serta nilai ekonomis saat masa panen tiba," ujar TR.Nainggolan.

Ditempat yang sama, Ketua IMAPEKA Asahan, Zikri Syahfriluddin Butar-Butar didampingi Ketua KOMACA Asahan Alex D.Tucker menekankan akan pentingnya edukasi bagi mahasiswa dan masyarakat dalam menjaga hutan sebagai pondasi kehidupan. "Kita pastikan bahwa pendistribusian bibit ini berjalan tepat sasaran," ucap Syahfriluddin.

Sementara, Kepala Desa Subur, Zailani SH, mengapresiasi langkah para pemuda ini dan berkomitmen untuk mengawal perawatan bibit tersebut. " Kehadiran 1.500 bibit di desa kami bukan sekadar penghijauan, tapi investasi masa depan. Kami akan mengimbau warga Dusun III untuk merawat bibit ini agar manfaat ekonominya nanti dirasakan warga, sekaligus melindungi desa dari ancaman banjir," ujar Zailani.

Aksi ini juga mendapat dukungan dari Kepala UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah III Kisaran Djonner Sipahutar sebagai bentuk sinergi antara aktivis, pemerintah desa dan instansi kehutanan. " Diharapkan, gerakan di Kabupaten Asahan ini menjadi pemantik bagi daerah lain untuk memperkuat mitigasi bencana berbasis lingkungan secara berkelanjutan," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, turut hadir Forkopimcam Air Joman, UPT KPH III Kisaran, Dinas Pertanian, Tokoh Pemuda, Tokoh Masyarakat dan warga Dusun III, Desa Subur, Kecamatan Air Joman, Kabupaten Asahan.(*)

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Hujan Lebat, Jalinsum Pematangsiantar-Parapat di Nagori Pondok Bulu Tertimbun Tanah Longsor
Dugaan Gratifikasi Pengesahan APBD Kabupaten Asahan TA 2013 Dilaporkan ke Poldasu
Jalan Perbatasan Desa Raya Bosi-Simbou Simalungun Tertimbun Tanah Longsor
Simalungun Dilanda Bencana Banjir
Korban Tewas Gempa dan Tanah Longsor di Jepang Capai 30 Orang
H Benteng Panjaitan Ketum Tim Kampanye Eramas Kabupaten Asahan
komentar
beritaTerbaru