Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 19 April 2026

Optimalisasi Konektivitas Jalan dari Pahae ke Tukka akan Meningkatkan Kolaborasi

Bongsu Batara Sitompul - Minggu, 19 April 2026 19:01 WIB
177 view
Optimalisasi Konektivitas Jalan dari Pahae ke Tukka akan Meningkatkan Kolaborasi
Foto dok/Humas
BERIKAN PEMAPARAN: Mayjen TNI (Purn) Albiner Sitompul memberikan pemaparan kepada camat, kepala desa dan tokoh masyarakat Kecamatan Pahae Jae, Pahae Julu dan Purba Tua terkait optimalisasi konektivitas Terminal Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) de

Tapanuli Utara(harianSIB.com)

Mayjen TNI (Purn) Albiner Sitompul menyampaikan, optimalisasi konektivitas Terminal Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) dengan Terminal Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Pelabuhan Sibolga sangat penting.

Rute moda transportasi darat dari Terminal Tarutung Kabupaten Taput ke Terminal Pandan Kabupaten Tapteng memerlukan infrastruktur dari Desa Simardangiang Kecamatan Pahae Julu, Dusun Simarpinggan di Desa Sitolu Oppu Kecamatan Pahae Jae dan Dusun Lobu Harambir Desa Bonani Dolok Kecamatan Purba Tua Kabupaten Taput ke Lobu Sibuttuon Dusun Parbostangan Desa Tapian Nauli Saurmanggita dan Huta Nabolon Bona Lumban Kecamatan Tukka dan Kecamatan Pandan Kabupaten Tapteng.

" Konektivitas ini dengan konsisten menjaga ekosistem akan mewujudkan kolaborasi dan keadilan sosial serta solusi jalan lintas tengah Sumatera, " jelas Mayjen TNI (Purn) Albiner Sitompul dalam paparan di Kantor Camat Pahae Jae kepada camat, kepala desa dan tokoh masyarakat, Kamis (16/4/2026).

Menurutnya, bila konektivitas ini sudah berjalan nantinya, sumber daya alam yang luar biasa ada di Pahae dan Tapteng dan ekosistem harus dijaga.

Baca Juga:
" Kolaborasi Pemerintah Taput, Tapteng dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara harus terus dijaga, " ujarnya.

Menurutnya, kalau konektivitas jalan dari Pahae Kabupaten Taput ke Tapteng tidak dibuka, masyarakat mengirim hasil sumber daya alam itu akan jauh melalui pelabuhan Belawan.

Kalau konektivitas jalan dari Pahae Kabupaten Taput dibuka ke Tapteng, hasil bumi dari Pahae sudah bisa dikirim langsung melalui Pelabuhan Sibolga. Tentu tidak memakan waktu jarak yang jauh lagi. Ini merupakan tona atau pesan dari Ibunya Hj Riana Br Panggabean yang berasal dari Pahae.

"Dahulu di zaman penjajahan, Kecamatan Barus Kabupaten Tapteng adalah kota perdagangan. Terjadi barter antara pedagang dari luar ke pedagang di Tapteng. Maka dari ayo kita bangkitkan kembali peningkatan ekonomi itu melalui konektivitas jalan Pahae Kabupaten Taput ke Kabupaten Tapanuli Tengah," terangnya.

Albiner juga mengharapkan, peran Pemerintah Daerah, Pemerintah Kecamatan, Pemerintahan Desa dan tokoh adat bisa memfasilitasi ini supaya konektivitas ini bisa terealisasi.

" Taman Bukit Barisan Selatan di Lampung Barat bisa menghubungkan jalan sepanjang 40 Km dari Lampung Barat ke Bengkulu. Sementara kalau kita hitung, konektivitas jalan Pahae Kabupaten Taput ke Tapteng hanya 24 Km. Jaraknya tidak terlalu jauh. Kenapa kita tidak bisa melakukan itu. Makanya Pemerintah Daerah, kepala desa dan tokoh adat harus gencar mensosialisasikan ini kepada masyarakat supaya konektivitas jalan ini bisa cepat terealisasi, " tuturnya.

Albiner juga menyatakan, pembangunan konektivitas dari Taput ke Tapteng harus konsisten menjaga ekosistem Batang Toru.

Tokoh Masyarakat Pahae, Elyanto Sitompul pada kesempatan itu mengungkapkan, tugasnya sebagai warga Pahae harus gencar mensosialisasikan ini kepada masyarakat dan putra perantau.

" Apa yang disampaikan Pak Albiner ini jangan hanya sampai disini saja. Kami warga Pahae akan siap mendukung gagasan dari Pak Albiner ini. Pemda Taput dan Pemda Tapteng harus membulatkan tekad supaya konektivitas jalan Pahae Kabupaten Taput yang menghubungkan Terminal Pandan Kabupaten Tapteng bisa cepat terwujud. Tugas kami warga Pahae ini akan terus mensosialisasikan kepada semua yang berkompeten sehingga memberikan dukungan atas perencanaan ini, " jelasnya.

Menurutnya , warga Luat Pahae akan selalu siap mendukung gagasan dari Pak Albiner Sitompul ini.

" Apa yang perlu dikerjakan , kami selalu siap. Saya yakin, apa yang dikerjakan oleh Pak Albiner Sitompul dapat terealisasi, " pungkasnya.

Camat Pahae Jae, Redianto Sinaga dalam sambutnya mengungkapkan, sangat mendukung konektivitas jalan Pahae Kabupaten Taput dengan Tukka Kabupaten Tapteng.

" Kita memiliki hasil perkebunan yaitu, kemenyan yang berkualitas. Kita juga memiliki luat yaitu Luat Pahae. Kita memiliki tokoh - tokoh yang berpengaruh yaitu Mayjen TNI (Purn) Albiner Sitompul yang sudah menggagas konektivitas ini. Bila sudah ada konektivitas jalan Pahae ke Tapteng secara otomatis hasil bumi dari luat Pahae sudah bisa dipasarkan ke Tapteng dan Sibolga, " tuturnya.

Ia menjelaskan, jalan konektivitas itu hanya 24 km yang perlu diperbaiki tanpa merusak lingkungan hidup dan tujuan untuk meningkatkan taraf perekonomian masyarakat Luat Pahae.

" Maka dari mari kita saling bersatu dan hilangkan sikap egosektoral kita supaya apa yang kita cita - cita kita selama ini tercapai. Apa yang dilakukan Bapak Albiner Sitompul ini adalah untuk kepentingan untuk masyarakat Taput.

Camat Purba Tua, Sostra Sitompul juga menyampaikan, sangat mendukung gagasan dari Bapak Mayjen TNI (Purn) Albiner Sitompul terhadap konektivitas jalan Pahae Kabupaten Taput ke Tukka Kabupaten Tapteng.

" Ini menjadi gagasan yang luar biasa untuk meningkatan kemajuan dan kesejahteraan di Luat Pahae ini. Bila konektivitas ini terealisasi, masyarakat Pahae tidak perlu jauh - jauh lagi mengirim hasil buminya. Hasil bumi di Luat Pahae ini hasil buminya sangat luar biasa. Kami akan terus sosialisasikan ini kepada masyarakat dan perantau dari Pahae , " tuturnya.

Perwakilan dari Bappeda Taput, Bonar Hutabarat juga menyampaikan, betapa pentingnya akses untuk memperlancar jalur perdagangan. Konektivitas jalan ini memang sangat diimpikan.

" Jalan yang menghubungkan Taput dan Tapteng sudah lama diusulkan namun sampai saat ini belum terealisasi. Kajian pengembangan wilayah akan dilakukan dalam hal ini. Kami dari Pemerintah sangat mendukung hal ini. Kami akan usulkan hal ini nantinya ke Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, " terangnya.

Dua kabupaten ini berbatasan langsung dengan ekosistem itu berbatasan langsung dengan ekosistem Batang Toru di Kabupaten Tapsel.

Kekayaan alam tanaman Kemenyan bila ditambah dari Kabupaten Tapanuli dapat mendorong hilirisasi kemenyan untuk memenuhi kebutuhan minyak wangi dunia yang berkualitas dan terbuka peluang membangun Kawasan Ekonomi khusus Tapanuli. (*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru