Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 07 September 2026

Jembatan Kanoko Kian Memprihatinkan, Ditopang Batang Kelapa, Aktivitas Warga Terganggu

Robert Nainggolan - Senin, 20 April 2026 19:42 WIB
1.015 view
Jembatan Kanoko Kian Memprihatinkan, Ditopang Batang Kelapa, Aktivitas Warga Terganggu
Foto:harianSIB.com/Robert Nainggolan
Kondisi Jembatan Kanoko di Kecamatan Hutaraja Tinggi, Kabupaten Padang Lawas tampak ditopang batang kelapa pada bagian lantai yang rusak sebagai penanganan darurat. foto dipetik Minggu (20/4/2026)

Sibuhuan(harianSIB.com)

Kondisi Jembatan Kanoko di Kecamatan Hutaraja Tinggi, Kabupaten Padang Lawas, semakin memprihatinkan.

Pada bagian lantai jembatan yang rusak, terlihat penopang darurat berupa batang kelapa yang dipasang untuk mencegah kerusakan semakin parah, Senin (20/4/2026).

Penanganan sementara tersebut dinilai belum mampu menjamin keselamatan pengguna jalan. Padahal, jembatan ini merupakan akses utama menuju ruas Jalan Pangkalan Sosa yang menghubungkan sekitar 13 desa di Kecamatan Sosa Timur hingga ke perbatasan Kabupaten Rokan Hulu.

Selain menjadi jalur vital bagi masyarakat, Jembatan Kanoko juga memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas ekonomi.

Baca Juga:
Jembatan ini menghubungkan kawasan perkebunan, permukiman warga, hingga operasional perusahaan di wilayah tersebut.

Kerusakan yang berlarut-larut berdampak pada terganggunya mobilitas warga serta memperlambat distribusi hasil perkebunan.

Wakil Ketua DPRD Padang Lawas, MHD Dayan Hasibuan, menilai kondisi tersebut tidak bisa terus dibiarkan tanpa penanganan serius dari pemerintah.

"Seharusnya tahun 2026 ini sudah ada realisasi perbaikan. Yang terjadi justru hanya penambahan batang kelapa di atas jembatan. Ini tentu tidak cukup," ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa persoalan pembebasan lahan tidak lagi dapat dijadikan alasan utama, mengingat pembahasan lintas instansi telah dilakukan sejak tahun 2025.

"Kalau jembatan belum juga dibebaskan, untuk apa rapat tahun 2025 itu dilakukan," tambahnya.

Sebelumnya, pihak UPTD Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMCK) Gunung Tua menyebut perbaikan ruas Aliaga–Muara Tige hingga batas Provinsi Riau masih terkendala pada Jembatan Kanoko, khususnya terkait pembebasan lahan.

Namun, anggota DPRD Padang Lawas dari Fraksi Golkar, Akhmad Husein Nasution, menilai kendala tersebut tidak seharusnya menghambat pembangunan pada ruas jalan lain yang sudah memungkinkan untuk dikerjakan.

Di tengah belum adanya kepastian penanganan, perhatian publik turut tertuju pada perbandingan alokasi anggaran di wilayah lain.

Pada tahun 2026, anggaran perbaikan jalan di kawasan Sipiongot, Kabupaten Padang Lawas Utara, mencapai sekitar Rp238,8 miliar untuk tiga ruas jalan provinsi.

Rinciannya meliputi ruas Sipiongot–batas Tapanuli Selatan sebesar Rp72 miliar sepanjang 12 km, ruas Hutaimbaru–Sipiongot Rp70,8 miliar sepanjang 11,8 km, serta ruas Sipiongot–batas Labuhanbatu sebesar Rp96 miliar sepanjang 16 km. Proyek tersebut dijadwalkan mulai dikerjakan usai Lebaran Maret–April 2026.

Perbandingan ini memunculkan pertanyaan di kalangan masyarakat, mengingat Jalan Pangkalan Sosa yang menjadi akses utama wilayah perbatasan hingga kini belum mendapat penanganan signifikan.

Dampaknya mulai dirasakan. Masyarakat dan pelaku usaha kini cenderung memilih jalur alternatif menuju Kabupaten Rokan Hulu karena kondisi jalan dinilai lebih layak dibandingkan melintasi Jalan Pangkalan Sosa yang rusak parah.

Situasi ini secara perlahan menunjukkan adanya pergeseran aktivitas ekonomi dari wilayah Padang Lawas ke daerah tetangga akibat keterbatasan infrastruktur yang belum tertangani secara optimal. (*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Sudung Situmorang Monitoring Penanganan Kasus Korupsi di Sumut
REI Sumut Siap Bangun 1.067 Rumah Polri
DPRDSU: Kemandirian APBD Sumut Membaik
Polda Sumut Panggil Pria Berinisial FD Terkait Dugaan Suap Bupati Remigo Berutu
IMI Sumut Optimis Reli Internasional Hadir
5 Karateka Shindoka Sumut Dipanggil Ikuti Kejuaraan APSKF
komentar
beritaTerbaru