Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 22 September 2026

Danton Satpam Akui Ardeli Sempat Diborgol saat Mediasi Perkelahian

Robert Nainggolan - Jumat, 15 Mei 2026 18:04 WIB
729 view
Danton Satpam Akui Ardeli Sempat Diborgol saat Mediasi Perkelahian
Foto: . harianSIB.com/Robert Nainggolan
Ardeli Halawa diborgol anggota Brimob saat masih berada di atas sepeda motornya di depan rumah sebelum dibawa ke pos komando pengamanan, Senin (11/5/2026).

Huristak(harianSIB.com)

Danton Satuan Pengamanan (Satpam) bermarga Sijabat memberikan penjelasan terkait pemborgolan terhadap pekerja bernama Ardeli Halawa, usai perkelahian antar keluarga pekerja di kompleks perumahan PT KSO Agrinas Palma Nusantara, Patogu Janji, Kecamatan Huristak, Kabupaten Padang Lawas.

Dalam keterangan tertulisnya, Jumat (15/5/2026), yang diterima harianSIB.com, Sijabat membenarkan pihak pengamanan perusahaan mengetahui adanya perkelahian antar ibu rumah tangga di lingkungan perumahan PKS Blok B.

"Kami pengamanan mengetahui perkelahian tersebut, namun tidak melihat langsung kejadian. Ada laporan dari anggota satpam PKS yang bertugas terjadi perkelahian di lingkungan perumahan PKS Blok B," ujarnya.

Menurut Sijabat, saat menerima laporan tersebut dirinya sedang bersama personel Brimob BKO yang hendak melakukan patroli ke areal kebun.

"Karena kebetulan BKO Brimob ada di sekitar pos satpam komando, saya mengajak mereka ke lokasi untuk melihat kejadian dan berharap persoalan kedua belah pihak dapat diselesaikan secara baik-baik pada hari itu juga," katanya.

Terkait penjemputan Ardeli Halawa dari lokasi kerja di pabrik, Sijabat menjelaskan hal itu dilakukan karena Ardeli sebelumnya disebut telah dipanggil ke lokasi kejadian namun tidak datang.

"Saudara Ardeli Halawa disampaikan melalui asisten sif agar datang ke tempat kejadian, tetapi tidak datang. Saat dicari kembali ke PKS, dia ditemukan sedang duduk di areal pabrik dan mengatakan hendak mengembalikan senter kepada temannya. Setelah itu barulah dia ikut bersama kami ke depan rumahnya," jelasnya.

Sijabat juga membenarkan, Ardeli sempat diborgol sebelum dibawa ke pos komando pengamanan.

"Saudara Ardeli Halawa sempat diborgol karena sifatnya hanya mengamankan. Sampai di pos komando borgolnya dilepaskan," ujarnya.

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar persoalan tidak berkembang menjadi keributan yang lebih besar di lingkungan perusahaan.

"Kami pengamanan tidak menginginkan adanya keributan sesama pekerja yang bisa menimbulkan ketidaknyamanan di lingkungan perumahan maupun perusahaan, karena mereka juga aset perusahaan," katanya.

Ia menambahkan, pihak perusahaan melalui satuan pengamanan sebenarnya telah berupaya memediasi kedua belah pihak pada hari kejadian.

"Pimpinan menyampaikan agar persoalan dimediasi dan diselesaikan secara kekeluargaan supaya tidak melebar," katanya.

Sijabat juga menyebut, pihak keluarga mandor dan istrinya sempat meminta agar mediasi dilanjutkan di Polsek Barumun Tengah.

"Besok harinya keluarga Bu'ulolo dan istrinya sudah menyampaikan persoalan ini ke Polsek Barumun Tengah agar dimediasi atau konseling di sana. Namun keluarga Ardeli Halawa dan istrinya tidak datang ke polsek," ujarnya.

Saat disinggung mengenai ada tidaknya SOP pemborgolan terhadap pekerja sipil, alasan Ardeli dianggap perlu diamankan, serta siapa yang mengambil keputusan pemborgolan, Sijabat tidak memberikan jawaban rinci.

Sebagai gantinya, ia mengirimkan foto kondisi Fernis Mawati Laoli kepada harianSIB.com. Dalam foto tersebut tampak luka lecet di bagian lutut serta kondisi mata beram merah yang disebut akibat perkelahian tersebut.

Sebelumnya, Ardeli Halawa bersama istrinya, Nove Indah Lestari, mengaku keberatan atas perlakuan pemborgolan yang dialami Ardeli di depan anak-anak dan warga sekitar saat diamankan oknum Brimob pasca perselisihan yang dipicu persoalan gaji pekerja yang disebut belum dibayarkan selama dua bulan.

"Saya hanya melerai, bukan ikut memukul. Sampai sekarang anak-anak saya masih ketakutan," katanya.

Kapolsek Barumun Tengah AKP Raden Saleh Nainggolan, sebelumnya juga membenarkan adanya laporan penganiayaan terkait peristiwa tersebut dan menyebut kedua belah pihak dijadwalkan menjalani mediasi Senin mendatang.(**)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru