Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 27 Mei 2026

Kepala SPPG Aek Parombunan Saling Bantah dengan Yayasan Generasi Emas Sibolga Tapanuli

Rosianna Anugerah Hutabarat - Rabu, 27 Mei 2026 06:00 WIB
104 view
Kepala SPPG Aek Parombunan Saling Bantah dengan Yayasan Generasi Emas Sibolga Tapanuli
Foto: harianSIB.com/Dok
Dapur SPPG Generasi Emas Sibolga Tapanuli Aek Parombunan.

Tapteng (harianSIB.com)

Video permintaan maaf Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Aek Parombunan 2, Abri Ady Tri Putra Bungsu, yang viral di tengah masyarakat dan media sosial terkait dugaan judi online serta membawa perempuan ke kamar Kepala SPPG, memunculkan polemik baru.

Dalam pernyataannya, Abri mengaku mengalami tekanan psikologis saat menjalankan operasional dapur SPPG. Ia menyebut adanya tekanan dari pihak Yayasan Generasi Emas Sibolga Tapanuli yang disebut kerap menjadikan video viral tersebut sebagai alat penekanan dalam berbagai kebijakan operasional.

"Di dalam diri saya timbul pergolakan, apakah saya membiarkan semua ini atau menyelamatkan kepentingan pribadi saya," ungkap Abri dalam keterangannya yang beredar, Selasa (26/5/2026).

Selain itu, Abri juga menyinggung sejumlah persoalan internal yang dinilainya bertentangan dengan prosedur dan standar operasional Badan Gizi Nasional (BGN). Ia menyebut bahan baku yang digunakan tidak sesuai standar mutu, fasilitas dapur belum memenuhi petunjuk teknis, hingga keterlambatan distribusi bahan baku.

Baca Juga:
Akibat kondisi tersebut, distribusi makanan dari dapur SPPG disebut pernah berlangsung hingga sore menjelang malam. Ia juga menyinggung dugaan mark-up harga dan laporan pembelajaran yang tidak tepat waktu.

Menanggapi hal itu, pihak Yayasan Generasi Emas Sibolga Tapanuli membantah seluruh tudingan tersebut.

"Alhamdulillah tidaklah benar, saya bertanggung jawab atas ucapan saya," kata Ganda Anugerah dari Yayasan Generasi Emas Sibolga Tapanuli saat dihubungi wartawan melalui telepon, Selasa sore.

Ganda menegaskan, pihak yayasan tidak pernah melakukan tekanan terhadap Kepala SPPG. Menurutnya, selama ini komunikasi berjalan normal dan pihaknya justru lebih sering meminta masukan dari Kepala SPPG terkait operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ia menjelaskan, penerapan SOP dapur merupakan tanggung jawab Kepala SPPG karena berperan langsung dalam operasional hingga distribusi program MBG. Terkait bahan baku, menurutnya, seluruh bahan yang masuk ke dapur telah melalui proses penyortiran dan dinilai layak digunakan.

"Kami sebagai mitra selalu berupaya melengkapi agar pekerjaan relawan berjalan lancar. Ada beberapa barang yang harus dipesan dari Jawa sehingga membutuhkan waktu," ujarnya.

Ganda juga tidak membantah adanya keterlambatan bahan baku pada masa awal operasional makanan basah. Namun, menurutnya, kondisi itu telah dikoordinasikan dengan ahli gizi untuk mencari alternatif bahan lain.

Soal dugaan mark-up harga, ia menegaskan harga bahan tidak melebihi pagu anggaran yang ditetapkan. Bahkan, kata dia, dana pribadi sering digunakan untuk memenuhi kebutuhan menu di luar anggaran.

Pihak yayasan juga mengaku telah melaporkan persoalan terkait kinerja Kepala SPPG Aek Parombunan 2 kepada Korwil Sibolga, Kareg Sumut hingga akun SIDAK BGN, namun belum ada tindak lanjut.

Peristiwa ini menjadi perhatian masyarakat di Sibolga dan Tapanuli Tengah karena berkaitan dengan pelaksanaan program MBG yang menyasar pemenuhan gizi masyarakat. Hingga kini, polemik antara Kepala SPPG dan pihak yayasan masih terus bergulir. (**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kapolda Sumut Tandatangani Peresmian SPPG dan 40 Rumah Dinas Personel di Kompi II Batalyon A Brimob
2.247 Relawan Program MBG di Sumut Dijamin BPJS Kesehatan
Komisi C DPRD Taput Soroti Dapur SPPG di Lahan Puskesmas Pangaribuan, Diduga Langgar Aturan
66 Dapur SPPG di Sergai Telah Beroperasi Dukung MBG
Wabup Dairi Sidak SPPG Merah Putih, Sampaikan Perbaikan IPAL
FKMP dan IPA Tebingtinggi Laporkan Dugaan Penyalahgunaan Wewenang Korwil SPPG ke Polres
komentar
beritaTerbaru