Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 29 Mei 2026

Diduga Diterkam Buaya, Jasad Seorang Pria di Tapteng Dievakuasi

Rosianna Anugerah Hutabarat - Jumat, 29 Mei 2026 11:56 WIB
228 view
Diduga Diterkam Buaya, Jasad Seorang Pria di Tapteng Dievakuasi
Foto: Humas Polres Tapteng
Jasad korban yang diduga diterkam buaya ditemukan di Sungai Saga Matua, Kecamatan Sirandorung, Tapteng, Kamis (28/5/2026).

Tapteng(harianSIB.com)

BS (20) seorang pria warga Dusun III, Desa Sampang Maruhur, Kecamatan Sirandorung, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dikabarkan meninggal dunia diduga akibat diterkam seekor buaya, Kamis (28/5) dini hari.

Korban sebelumnya dilaporkan hilang dan diduga kuat meninggal dunia akibat serangan binatang buas buaya di Sungai Saga Matua, Sirandorung.

Kapolsek Manduamas AKP Maruli Tua Simanjorang mengonfirmasi bahwa jasad korban ditemukan, Kamis (28/5/2026) sekira pukul 01.30 WIB setelah dilakukan upaya pencarian intensif oleh petugas kepolisian bersama warga sekitar.

"Peristiwa bermula dari adanya laporan Kepala Desa Sampang Maruhur Master Rudi Sigalingging pada Rabu 27 Mei kemarin sore terkait seorang warga yang belum kembali ke rumah," ungkapnya dalam rilis yang diterima, Jumat (29/5) pagi.

Baca Juga:
Dijelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan dan keterangan saksi, korban bersama beberapa rekannya diketahui sempat memasuki area perkebunan PT Nauli Sawit Blok 41.A, Rabu pukul 01.00 WIB.

Sekira pukul 02.00 WIB, petugas keamanan perusahaan yang sedang berpatroli memergoki adanya aktivitas di areal tersebut. Saat hendak diperiksa, beberapa orang di lokasi tersebut melarikan diri dengan melompat parit pembatas keluar dari lahan perkebunan.

Saat pelarian tersebut, salah satu rekan korban mendengar suara benda jatuh ke dalam Sungai Saga Matua. Setelah situasi kondusif, pihak rekan dan keluarga yang menyadari korban belum kembali kemudian melakukan pencarian di sekitar area sungai.

Titik terang keberadaan korban mulai terungkap pada Kamis pukul 11.00 WIB, ketika seorang petani yang berada di seberang sungai melihat seekor buaya melintas membawa tubuh manusia.

"Pengurus gereja setempat kemudian membunyikan lonceng sebagai tanda agar masyarakat dapat berkumpul membantu proses pencarian," kata AKP Maruli.

Pencarian yang dipimpin oleh Kanit Reskrim Polsek Manduamas IPDA Francyus Sinaga bersama warga sempat dihentikan pada tengah malam karena kendala jarak pandang, sebelum akhirnya jasad korban berhasil ditemukan dan dievakuasi ke daratan pada pukul 01.30 WIB.

Kemudian, personel kepolisian bersama dokter Puskesmas Manduamas dr. Berry Sihotang segera mendatangi rumah duka untuk melakukan langkah penanganan.

"Dari hasil pemeriksaan luar, ditemukan sejumlah luka robek pada jasad korban yang konsisten dengan karakteristik serangan hewan buas buaya," jelas Kapolsek Manduamas.

Oleh karena itu, pihak keluarga menyatakan telah menerima peristiwa ini sebagai musibah alam dan secara resmi menolak untuk dilakukan tindakan otopsi maupun Visum et Repertum (VER) lanjutan.

"Pihak keluarga juga telah menandatangani surat pernyataan tidak keberatan," tambah AKP Maruli.

Sebagai bentuk empati, Kapolsek Manduamas beserta jajaran mendatangi rumah duka untuk menyampaikan rasa belasungkawa mendalam dari Kapolres Tapanuli Tengah.

"Kami menyerahkan bantuan sosial berupa uang duka dan memfasilitasi ambulans untuk proses pemakaman," tuturnya.

Dalam kesempatan ini, Kapolsek Manduamas mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar aliran Sungai Saga Matua.

"Kami segera berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) setempat untuk penanganan lebih lanjut mengenai keberadaan satwa liar di kawasan tersebut," pungkasnya. (**)

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Suami Dipenjara, Istri Kawin Lagi Dilaporkan ke Polres Tapteng
Tim u201cKeluarga Djoss Bersinaru201d Kabupaten Tapanuli Tengah Terbentuk
Tim Supervisi Biro Ops Polda Sumut Tinjau Pos Pam Polres Tapteng
Tak Bawa Senter Saat Cari Ikan, Guru Honorer di Aceh Diterkam Buaya
Pembalakan di Tapanuli Tengah, Dishut Sumut Turun Melakukan Cek Tunggul
Jalan Maraden Panggabean Berlobang-lobang, Masyarakat Minta Gubsu u201cPatenkanu201d Tapanuli Tengah
komentar
beritaTerbaru