Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 29 Mei 2026

Petani di Silimakuta Banyak Menjual Jagung Sistem "Jagung Babat"

Mey Hendika Girsang - Jumat, 29 Mei 2026 18:54 WIB
101 view
Petani di Silimakuta Banyak Menjual Jagung Sistem "Jagung Babat"
Foto : harianSIB.com/Mey Hendika Girsang
JAGUNG : Inilah salah satu tanaman jagung di Kecamatan Silimakuta Kabupaten Simalungun yang akan dijual petani dengan sistem "jagung babat", Jumat (29/05/2026).

Simalungun(harianSIB.com)

Petani di wilayah Kecamatan Silimakuta, Kabupaten Simalungun dan sekitarnya banyak menjual jagungnya dengan sistem "jagung babat". Hal itu membuat pebisnis jagung biji kering mengeluh.

Jagung babat ini istilah dari bahasa setempat. Artinya, petani menjual tanaman jagungnya di usia 4 bulan, dimana daunnya masih hijau dan buahnya belum layak panen. Tanaman itu dibabat habis bersama pokoknya, kemudian dijual.

Harga jagung babat dibandrol pembeli seharga Rp 500 ribu sampai Rp 900 ribu per rante. Yang membabat jagung pembelinya langsung. Petani tinggal terima uang. Informasinya, jagung babat itu untuk makanan ternak lembu milik perusahaan swasta di Kabupaten Karo.

"Harganya tergantung kesuburan tanaman jagung. Kalau pokok jagung mencapai 2 meter lebih, dihargai Rp 800 ribu sampai Rp 900 ribu per rante. Kalau ukuran pokok jagungnya kecil, Rp 500 ribu per rante. Hal ini sudah saya lakukan," kata seorang petani jagung daerah itu, Lermin Purba, Jumat (29/05/2026).

Baca Juga:
Petani menjual jagungnya dengan sistem jagung babat, karena dinilai lebih simpel dan menguntungkan dari pada menjual jagung biji kering. Pasalnya, jagung babat hanya membutuhkan tempo 4 bulan, sedangkan menjadikan jagung biji kering dengan waktu 6-7 bulan, dengan hasil produksi yang belum pasti.

"Kalau menjadikan jagung biji, masih banyak tantangannya, seperti hama dan harga. Sedangkan jagung babat, minim tantangan, karena tanaman jagung masih hijau dan buahnya masih muda sudah bisa dibabat, dengan harga segitu," kata petani itu.

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Budidaya Kacang Tanah Mulai Diminati Petani Silimakuta
Masyarakat Dambakan Perbaikan Jalan Menuju Bangun Dolok dan Dolok Panribuan
Harga Cabai di Silimakuta Simalungun Berangsur Naik
Toilet Taman Publik Saribudolok Terlantar, Warga Keluhkan Bau dan Jorok
Petani Semangat, Harga Kopi di Silimakuta Rp 62.000 per Kilogram
H+7 Lebaran Harga Cabai Merah di Silimakuta Anjlok, Petani Mengeluh
komentar
beritaTerbaru