Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 17 Juli 2026

Forensik dan Polres Tapteng Beberkan Hasil Autopsi Boy Simamora

Rosianna Anugerah Hutabarat - Jumat, 17 Juli 2026 19:08 WIB
142 view
Forensik dan Polres Tapteng Beberkan Hasil Autopsi Boy Simamora
Foto: SIB/Rosianna Anugerah Hutabarat
Dokter Forensik RSUD Pandan dr. Binsar Lubis (kanan) didampingi Kasat Reskrim Tapteng Iptu Dian Agustian (tengah) dan Kasi Humas Iptu Patar Limbong (kiri) saat ditemui awak media di Mapolres Tapteng, Jumat (17/7/2026).

Tapteng(harianSIB.com)

Usai melaksanakan gelar perkara, Tim Forensik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandan bersama Polres Tapanuli Tengah (Tapteng) resmi membeberkan hasil autopsi jenazah Boy Simamora.

Hasil autopsi ini juga menjawab berbagai spekulasi yang berkembang di masyarakat terkait kasus kematian pria berusia 21 tahun yang ditemukan meninggal di Sungai Saga Matua Sidandorung pada 28 Mei 2026 lalu.

Dokter Forensik RSUD Pandan dr. Binsar Lubis dalam keterangannya, Jumat (17/7/2026), menerangkan bahwa penyebab kematian Boy Simamora di dalam air dan luka-luka yang ada pada korban juga didapatkan ketika korban masih hidup yang didukung oleh pemeriksaan laboratorium yang diakibatkan mati lemas karena terhalangnya udara masuk ke paru-paru dan adanya trauma tumpul yang banyak pada tubuh korban.

Dijelaskan, trauma tumpul ialah cedera fisik akibat benturan dengan benda keras atau tanpa penetrasi kulit.

Baca Juga:
Kerusakan terjadi pada jaringan atau organ di bawahnya, menyebabkan memar, lecet, robekan hingga patah tulang (fraktur). Bahaya utama meliputi pendarahan internal yang memicu syok.

"Pada jenazah korban dijumpai tepi luka tidak rata, bentuk luka tidak beraturan, adanya jembatan jaringan seperti serabut-serabut. Dari semua luka yang ditemukan di tubuh korban, semua mengarah pada trauma tumpul. Jadi tidak ada sedikit pun pada trauma tajam," jelasnya didampingi Kasat Reskrim Iptu Dian Agustian di Mapolres Tapteng, Jumat, Siang.

Lebih lanjut, dr. Binsar menyatakan pihaknya tidak bisa menyimpulkan secara pasti apakah kematian korban disebabkan oleh serangan hewan atau tindakan manusia. Karena hal ini merupakan tanah pihak kepolisian.

"Karena kita tidak melihat langsung. Yang namanya autopsi itu berdasarkan apa yang kita lihat dan yang temukan. Itu yang kita catatkan dalam visum," tegasnya.

dr. Binsar menerangkan bahwa gigitan buaya termasuk pada trauma tumpul, karena ciri yang ditemukan ada luka yang ditemukan menyerupai luka berbentuk lancip yang diduga bekas gigitan yang tajam dan dalam, namun sudutnya tumpul. Namun tetap tidak menyebutkan akibat binatang buas atau manusia.

Selanjutnya, kata dr Forensik ini, mengenai luka pada kepala bagian belakang, timnya telah melakukan pemeriksaan dan tidak tembus ke dalam dan tidak ditemukan apa apa. Begitupun pada luka di leher tidak tembus hanya pada bagian kulit.

Putusnya kedua lengannya korban juga tidak ditemukan tanda trauma tajam. Dijelaskan kembali oleh dr. Binsar, itu (lengan) terlepas hingga persendian dan banyak serabut-serabut dagingnya dan tidak rapi berbeda jika menggunakan benda tajam.

dr. Forensik juga meminta untuk tidak menyimpulkan secara sepihak penyebab kematian Boy simamora agar tidak terjadi salah tafsir ataupun opini yang salah pada masyarakat awam.

Sementara itu, Kasat Reskrim Tapteng Iptu Dian Agustian menyebutkan dari sekira 20 saksi yang telah diperiksa tidak ada menjelaskan bahwa kematian korban akibat tindakan manusia.

Namun meskipun demikian, Iptu Dian menegaskan dalam kasus ini, pihaknya masih tetap melakukan tahap penyelidikan mendalam.

"Dan kalau ada saksi-saksi lain, akan kita mintai keterangan mendalam," pungkasnya. (**)

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Berhasil Tangkap Bandar Narkoba di Perbaungan, Kasat Narkoba Dapat Reward dari Kapolres Sergai
Terkait Parbegu Ganjang, Kasat Reskrim: Pelaku akan Kita Tangkap
Kapolres Pimpin Upacara Sertijab Kasat Reskrim Binjai
Seminggu Bertugas, Kasat Narkoba Polres Sergai Ungkap 5 Kasus
Jawaban Atas Gugatan Terhadap Kasatpol PP Medan Belum Siap, Sidang Ditunda
AKP Ali Umar Batal Jabat Kasat Lantas Polres Pematangsiantar
komentar
beritaTerbaru