Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 21 September 2026

Proyek Irigasi Afia Rp8,6 Miliar di Gunungsitoli Disorot Warga, Material Bongkaran Dipertanyakan

Normalius Gori - Kamis, 03 September 2026 13:21 WIB
1.710 view
Proyek Irigasi Afia Rp8,6 Miliar di Gunungsitoli Disorot Warga, Material Bongkaran Dipertanyakan
Foto: SIB/Normalius Gori
ANCAM : Parit yang digarut melalui excavator oleh petugas dari PUTR Kota Gunungsitoli dinilai ancam keselamatan warga, Kamis (3/9/2026).

Otomosi menyebut pekerjaan tersebut diduga dimulai tanpa sosialisasi yang dinilai memadai kepada masyarakat sekitar. Dalam proses rehabilitasi, saluran lama dibongkar dan sejumlah material, termasuk batu, dipindahkan dari lokasi.

Kondisi itu kemudian menimbulkan pertanyaan warga mengenai lokasi pemindahan, status kepemilikan, serta peruntukan material hasil bongkaran tersebut.

"Pertanyaan mengenai material bongkaran adalah hal yang wajar. Kami tidak bermaksud menghalangi pekerjaan, namun Kami hanya ingin mengetahui ke mana material tersebut dibawa dan bagaimana status serta peruntukannya," ujar Otomosi seusai menyerahkan surat kepada Dinas PUTR Kota Gunungsitoli.

Selain material bongkaran, warga juga menyoroti pekerjaan di titik nol. Menurut mereka, pada salah satu lokasi, saluran lama yang berada tepat di depan rumah warga telah dibongkar, namun pekerjaan kemudian berhenti dan berpindah ke titik lain.

Warga khawatir kondisi tersebut menyebabkan tanah di sekitar lokasi mengalami longsor atau erosi yang berpotensi mengancam rumah dan lingkungan serta keselamatan warga.

Otomosi juga mempersoalkan penjelasan yang beredar di media sosial pada 28 Agustus 2026 yang disebut berasal dari Pengawas Lapangan Dinas PUTR Kota Gunungsitoli, Desman Lase.

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Sat Lantas Tanjungbalai Edukasi Pelajar SMKN 5 Tanjungbalai
Mantan Jampidsus Febrie Diperiksa di Kejagung Terkait Pencucian Uang
Penembakan Massal di Minneapolis AS, Tiga Orang Tewas
Korban Tewas Banjir Nepal-Tibet Jadi 1.225 Orang
Pdt Penrad Siagian: Jangan Jadikan Tanah Rakyat sebagai Tanah Negara, Segera Revisi UU Pertanahan
KAHMI Kota Binjai Dinilai Tak Pernah Kehabisan Kader Potensial
komentar
beritaTerbaru