Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 26 Oktober 2026

Kunjungi Sabo Dam Tapteng, Gibran Disambut Jeritan Warga Minta Jadup

Rosianna Anugerah Hutabarat - Jumat, 04 September 2026 21:44 WIB
883 view
Kunjungi Sabo Dam Tapteng, Gibran Disambut Jeritan Warga Minta Jadup
Foto: harianSIB.com/Rosianna Anugerah Hutabarat
Wapres RI Gibran Rakabuming Raka (memakai helm putih) dikerumuni penyintas bencana usai mengunjungi proyek Sabo Dam di Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapteng.

Tapteng(harianSIB.com)

Kunjungan kerja Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka ke proyek Sabo Dam di Kelurahan Hutanabolon, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Jumat (4/9/2026), diwarnai jeritan warga korban bencana yang meminta bantuan Jaminan Hidup (Jadup) segera dicairkan.

Gibran yang didampingi Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution mendengar langsung keluhan warga yang mengaku masih menunggu kepastian penyaluran bantuan pascabanjir bandang 2025.

Selain Jadup, warga juga berharap bantuan stimulan lainnya yang dijanjikan pemerintah pusat segera disalurkan.

"Jadup Pak Bobby, kami disuruh mengumpulkan data sampai sekarang bantuan pun belum ada. Gak ada rumah kami bapak, tolong kami bapak," jerit warga di sela-sela kunjungan Wapres.

Baca Juga:
Kepala Desa Sait Kalangan II Nikson Panggabean juga sempat berbincang langsung dengan Gibran. Ia menyampaikan kondisi desanya yang disebut masih memprihatinkan meski bencana telah sembilan bulan berlalu.

"Tadi kita sampaikan ke Pak Wapres, memang kalau secara pembukaan jalan, sudah bisa diterobos ke desa kita, tapi karena banyak jalannya yang becek (hancur) jadi masih butuh pengerasan," ujar Nikson kepada wartawan.

Menurut Nikson, akses jalan menuju desanya sulit dilalui kendaraan ketika hujan turun. Hingga kini, aliran listrik di desa tersebut juga disebut belum menyala.

Kondisi itu menyebabkan masih banyak warga belum kembali ke Desa Sait Kalangan II dan memilih mengungsi di Kecamatan Pandan karena akses jalan yang rusak.

"Di Desa Sait Kalangan II yang tinggal saat ini masih sekitar 40 persen lah sekarang yang sudah balik. Masih banyak yang belum kembali," sebut Nikson.

Selain persoalan akses, kerusakan lahan perkebunan dan pertanian juga disebut menjadi kendala bagi warga untuk kembali karena sumber mata pencaharian mereka terdampak bencana.

"Pada umumnya, desa kita itu kan hidup dari pertanian. Saat bencana itu banyak yang rusak. Hampir 50 persen rusak. Ada juga yang bertahan yang bagi kebunnya masih bagus," ungkap Nikson.

Nikson berharap persoalan akses jalan dan listrik yang telah disampaikan kepada Wapres mendapat perhatian pemerintah pusat sehingga aktivitas dan perekonomian masyarakat Desa Sait Kalangan II dapat kembali pulih.(**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Cawapres RI Sandiaga Uno dan Ketum PAN Tatap Muka dengan Pedagang Pasar
Kapolrestabes Medan Pimpin Gelar Pasukan Kedatangan Wapres RI
Ratusan Pengungsi Desa Berastepu Datangi Kantor Bupati Karo, Tuntut Jaminan Hidup
Tim u201cKeluarga Djoss Bersinaru201d Kabupaten Tapanuli Tengah Terbentuk
Kaesang Pangarep Sibuk Studi Diganti Gibran Rakabuming Raka Berakting
Perbaikan Irigasi Tanjungmerawa dan Pembangunan Sabo Dam Terancam Gagal
komentar
beritaTerbaru