Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 13 September 2026

Dua Siswi Korban Dugaan Keracunan MBG di Karo Dirujuk ke Jakarta

Theopilus Sinulaki - Sabtu, 12 September 2026 14:07 WIB
384 view
Dua Siswi Korban Dugaan Keracunan MBG di Karo Dirujuk ke Jakarta
Foto: Dok/FB
Agnesia Paruliana Br Silitonga, korban keracunan MBG dirujuk ke RSCM Jakarta, Sabtu (12/9/2026).

Karo(harianSIB.com)

Dua korban dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Keduanya dirujuk ke Jakarta setelah dikunjungi Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka, Jumat (11/9/2026), di RS Efarina Etaham, Berastagi.

Dalam dialog dengan keluarga korban pasien, Wapres RI, Gibran menyatakan pemerintah menjamin seluruh biaya perawatan korban hingga sembuh total. Wapres Gibran bahkan memfasilitasi rujukan pasien ke rumah sakit di Jakarta.

Kedua siswi tersebut mengalami keracunan usai menyantap menu MBG pada 13 Agustus lalu. Mereka adalah, Agnesia Paruliana Br Silitonga dan Febiola Br Purba.

Baca Juga:
Febiola Purba merupakan siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Berastagi. Siswa yang aktif berorganisasi dan menjabat sebagai Wakil Ketua OSIS itu, juga juara kelas.

Begitu juga dengan Agnesia Paruliana Br Silitonga, siswi SMA Negeri 1 Berastagi yang termasuk siswa berprestasi.

Fitriani Br Sijabat, orang tua Agnesia Paruliana Br Silitonga kepada harianSIB.com, Sabtu (12/9/2026), mengakui putrinya Agnesia dirujuk ke Jakarta untuk mendapat perawatan lebih baik.

"Hari ini, Sabtu, dijadwalkan anak saya diberangkatkan ke Jakarta untuk mendapat perawatan lebih baik," katanya.

Ia mengaku, ada kepuasan batin atas kunjungan Wapres Gibran ke Karo dan melihat langsung para korban keracunan MBG yang dirawat di RSU Efarina Etaham.

Ia menambahkan, putrinya terkena ginjal. "Anak saya seperti mengalami rasa sakit di perut, pusing, lemas. Dan empat kali bolak balik ke Rumah Sakit," ungkapnya.

Dia pun berharap program MBG dievaluasi total, agar tidak keracunan MBG tidak terulang lagi di Karo.

Direktur RS Efarina Berastagi, drg. Irna Safrina Meliala, M.Kes, kepada wartawan, Jumat (11/9/2026), mengatakan, rujukan ke Jakarta dilakukan atas perhatian Wapres Gibran Rakabuming Raka.

"Atas atensi Pak Wapres, dikarenakan kita tidak ada alat dan dokter ginjal khusus anak. Pak Wapres meminta agar dirawat di Jakarta, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo," ungkapnya.

Ia menjelaskan, Agnesia terlebih dahulu dibawa ke Rumah Sakit Haji Medan untuk beristirahat selama satu malam. Selanjutnya, Agnesia akan berangkat ke Jakarta dengan didampingi tim Dinas Kesehatan Sumut dan pihak rumah sakit di Medan.

"Agnesia ke Rumah Sakit Haji Medan dulu untuk beristirahat satu malam dan besok (hari ini, Sabtu) akan berangkat ke Jakarta didampingi oleh tim dinas kesehatan provinsi dan rumah sakit Medan," ucapnya.

Menurut Irna, kondisi Agnesia saat ini sudah mulai membaik. Namun, beberapa hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan adanya sedikit nilai di luar batas normal sehingga diperlukan rujukan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

"Kondisi Agnesia sudah mulai membaik, hanya memang beberapa hasil lab-nya ada menunjukkan sedikit nilai luar normal. Itulah yang menyebabkan kita harus merujuk," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, ratusan siswa di Karo diduga keracunan usai menyantap menu dari program MBG pada 13 Agustus 2026 lalu. (*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kordinator Forum Pencerah PPP Batubara Protes Munas Muktamar Jakarta
Dukung Prabowo, PPP Muktamar Jakarta Siap Gerakkan Mesin Partai
Terbang Perdana Garuda dari Jakarta, Nias Selangkah Lebih Maju
Mukernas, Kader PPP Kubu Muktamar Jakarta Teriak ˋPrabowo Menangˊ
PTUN Jakarta Perintahkan KPU Masukkan OSO Jadi Caleg DPD
Gereja Pentakosta Sumatera Utara/Pinksterkerk Usul Hapus Pembahasan Sekolah Minggu di UU
komentar
beritaTerbaru