Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 24 September 2026

Melawan Kanker Nasofaring, Benny Lim Bertahan Demi 3 Buah Hati dengan Dorongan Semangat Hidup

Efran Simanjuntak - Kamis, 24 September 2026 17:35 WIB
237 view
Melawan Kanker Nasofaring, Benny Lim Bertahan Demi 3 Buah Hati dengan Dorongan Semangat Hidup
Foto: Dok/Benny Lim
Benny Lim.

Hasil pemeriksaan CT scan akhirnya membawa Benny pada kenyataan yang tak pernah dibayangkannya. Ia didiagnosis menderita kanker nasofaring dan berdasarkan diagnosis yang diterimanya saat itu, penyakit tersebut telah memasuki stadium 3. Kanker nasofaring merupakan kanker yang tumbuh pada jaringan nasofaring, yakni bagian atas tenggorokan yang berada di belakang rongga hidung. Bagi Benny, istilah medis itu menjadi awal perjuangan panjangnya.

Dokter kemudian menyarankan Benny menjalani kemoterapi. Namun, pada fase awal perjalanan penyakitnya, ia sempat memilih mencoba sejumlah pengobatan alternatif di Medan. Berbagai tempat didatanginya dengan harapan menemukan jalan kesembuhan. Akan tetapi, kondisi fisiknya justru semakin menurun.

Gangguan pada mata mulai dirasakan. Penglihatannya berubah, bola matanya sempat terlihat juling dan pandangannya berbayang. Pembengkakan di leher kemudian mulai mengganggu. Kondisi tersebut akhirnya membuat Benny kembali mencari penanganan medis. Pada Juli 2025, ia berangkat ke Penang, Malaysia, untuk pemeriksaan dan pengobatan di Adventist Hospital.

Berdasarkan diagnosis yang diterimanya di sana, kanker telah memasuki stadium 4 dan disebut telah menyebar ke beberapa bagian tubuh lainnya, termasuk tulang. Dokter kembali menyarankan kemoterapi dan radioterapi.

Rencana pengobatan yang diterimanya mencakup 6 kali kemoterapi dan 33 kali radiasi, disertai terapi radiasi target pada jadwal tertentu. Bagi keluarga Benny, tantangan kemudian bukan hanya menghadapi penyakit, tetapi juga memikirkan biaya pengobatan.

Benny kembali menjalani kemoterapi dan radioterapi di Medan. Beratnya proses pengobatan tak membuatnya berhenti berharap. Kemoterapi pertama, kata Benny, menimbulkan rasa pedih selama sekitar dua hingga tiga hari. Namun setelah itu, ia mulai melihat perubahan pada kondisi tubuhnya. Pembengkakan pada mata berangsur berkurang, dan benjolan di leher juga mulai mengempis.

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Disdik Sumut Revitalisasi 4 SMAN, Rehabilitasi 5 Sekolah Rampung 100 Persen
Dari Modal Sosial ke Perlindungan Hukum: Memperkuat Posisi Tawar Masyarakat Adat Melalui Literasi Hukum
Tuntut Penyelesaian Konflik Agraria , Puluhan Petani Demo di Kantor Gubernur Sumut
Peningkatan Ekonomi Lokal, Kelompok Pertukangan Kayu Desa Polling Anakanak Terima Peralatan Mesin
Polres Batubara Terima Presisi Award dari LEMKAPI atas Kinerja Pelayanan kepada Masyarakat
Ombudsman Temukan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, Yusril Persilakan Media Cek Langsung
komentar
beritaTerbaru