Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 27 September 2026

Dinkes Simalungun Laksanakan Skrining TB Terintegrasi di Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi

Bambang J Sitanggang - Jumat, 25 September 2026 15:54 WIB
386 view
Dinkes Simalungun Laksanakan Skrining TB Terintegrasi di Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi
Foto Dok/Diskominfo
Sosialisasi: Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Rosman Saragih ketika melakukan sosialisasi skrining tuberkulosis terintegrasi cek kesehatan gratis di Kantor Pangulu Jawa Maraja Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi, Kamis (24/9/2026).

Simalungun(harianSIB.com)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun melalui Dinas Kesehatan melaksanakan kegiatan skrining Tuberkulosis (TB) terintegrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kantor Pangulu Jawa Maraja Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi, Kamis (24/9/2026).

Langkah ini merupakan upaya strategis untuk mendeteksi penemuan yang diduga ataupun dengan kasus TB sejak dini, terutama yang memiliki kontak erat dan atau serumah dengan penderita TB ,dan yang mengalami gejala faktor resiko tertular TB guna mencegah bertambahnya peningkatan kesakitan, hingga kematian akibat penyakit tersebut.

Pelaksana Tugas Kadis Kesehatan Simalungun dr Debora melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) selaku Ketua Tim Skrining TB Terintegrasi CKG, Rosman Saragih menjelaskan kepada masyarakat bahwa kegiatan ini sangat penting mengingat tingkat kematian akibat TB masih tinggi.

"Penyebaran penularan bakteri TB terjadi melalui percikan ludah( droplet )dari penderita dan berkembang cepat terutama di lingkungan kumuh , serta sangat berisiko bagi mereka yang tinggal serumah atau berinteraksi erat dengan penderita," ujar Rosman.

Baca Juga:
Rosman menguraikan gejala yang patut diwaspadai seperti batuk berkepanjangan selama 2 minggu atau lebih, penurunan berat badan, demam berkepanjangan, hilangnya nafsu makan, berkeringat di tengah malam tanpa sebab yang jelas, serta tubuh terasa lemas terus-menerus. Apabila mengalami salah satu gejala tersebut, masyarakat disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

Menurutnya kelompok yang paling rentan tertular TB antara lain perokok aktif, anak-anak, lanjut usia, penderita diabetes, serta penderita HIV. Risiko semakin meningkat di lingkungan yang padat penduduk dan kurang sehat.

Rosman menegaskan bahwa TB dapat disembuhkan dengan pengobatan yang teratur dan disiplin. Diagnosis ditegakkan melalui pemeriksaan bakteriologis serta pemeriksaan X Ray. Pasien yang dinyatakan positif TB wajib mengonsumsi obat secara rutin sesuai petunjuk tenaga medis hingga tuntas.

"Jangan ragu, apalagi bimbang. TB bukan penyakit yang tidak bisa diobati, TB dapat disembuhkan! Mari kita bekerja sama untuk lebih sehat. Temukan, Obati, Sampai Sembuh Tuberkulosis (TOSS-TB)," tegasnya.

Selain skrining TB, kegiatan ini juga menyampaikan pemahaman mengenai penyakit tidak menular, sehingga masyarakat diimbau untuk rutin memeriksakan kesehatan ke fasilitas terdekat.

Di lokasi kegiatan masyarakat yang mengikuti skrining TB sebanyak 90 orang. Dari jumlah tersebut 37 orang diantaranya dinyatakan terduga TB, yang selanjutnya sampel berupa dahak akan diperiksa melalui pemeriksaan bakteriologis melalui Tes Cepat Molekuler.(**)

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Mahasiswa Labuhanbatu Demo Dinkes, Tuntut Kadis Kesehatan Segera Mundur
Eni Saragih Disebut Beri SGD 50 Ribu ke Idrus untuk Umrah
Mengaku Leasing, Mobil dan HP Sarmando Saragih Dirampas 8 Pria
Kubu Ade Farnan Saragih Sepakat Tidak Menyerang Caleg Lain
Kasasi Ditolak, Kejari Sibolga Keluarkan Surat DPO Heppy Rosmani Sinaga
PTPN IV Unit Bah Jambi Gotong-royong Bersama Masyarakat Nagori Bah Jambi II
komentar
beritaTerbaru