Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 26 September 2026

Tiga Hari Didemo, Proyek SMAN Unggulan Sukma Nias Didesak Buka Dokumen dan Jalani Uji Teknis

Normalius Gori - Jumat, 25 September 2026 19:00 WIB
532 view
Tiga Hari Didemo, Proyek SMAN Unggulan Sukma Nias Didesak Buka Dokumen dan Jalani Uji Teknis
Foto: SIB/Normalius Gori
UNJUK RASA : Ketua bersama anggota LSM KCBI Kepulauan Nias, unjuk rasa dengan membakar ban di pintu pada pembangunan SMA Negeri Unggulan Sukma Nias, Jumat (25/9/2026)

Gunungsitoli(harianSIB.com)

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Kemilau Cahaya Bangsa Indonesia (KCBI) Kepulauan Nias, berunjuk rasa pada Proyek revitalisasi SMAN Unggulan Sukma Nias di Desa Fodo, Kota Gunungsitoli, Jumat (25/9/2026).

Aksi demonstrasi tersebut dilakukan selama tiga hari, mulai 23–25 September 2026.

Koordinator Wilayah Kepulauan Nias KCBI, Helpin Zebua, dalam orasinya, Jumat (25/9/2026), mengatakan aksi tersebut bukan bertujuan menghentikan pembangunan. KCBI, kata dia, meminta setiap persoalan yang muncul di lapangan diperiksa berdasarkan dokumen kontrak, spesifikasi teknis, serta hasil pengujian yang dapat dipertanggungjawabkan. Proyek revitalisasi SMAN Unggulan Sukma Nias disebut memiliki pagu anggaran sekitar Rp88 miliar.

KCBI meminta sejumlah dokumen pelaksanaan pekerjaan dibuka untuk diperiksa, antara lain Rencana Kerja dan Syarat (RKS), spesifikasi teknis, Bill of Quantity (BoQ), gambar kerja, material approval, metode pelaksanaan, laporan harian dan mingguan, laporan pengawasan, hasil pengujian material, serta dokumen keselamatan konstruksi. Menurut KCBI, dokumen tersebut diperlukan untuk mencocokkan pelaksanaan pekerjaan di lapangan dengan ketentuan kontrak.

Baca Juga:

Selain dokumen, KCBI meminta pemeriksaan terhadap sejumlah material konstruksi yang digunakan dalam proyek, termasuk pasir, batu, tanah timbunan, semen, dan agregat. Mereka meminta material tersebut diuji melalui prosedur teknis yang sesuai dan hasilnya dibandingkan dengan spesifikasi serta persyaratan pengujian laboratorium yang ditetapkan dalam pekerjaan.

Pekerjaan bored pile juga menjadi salah satu bagian yang diminta diperiksa. KCBI meminta verifikasi terhadap kedalaman dan diameter tiang, posisi, volume beton, boring log, metode pengeboran dan pengecoran, serta hasil pengujian integritas maupun daya dukung apabila dipersyaratkan dalam kontrak. Mereka juga meminta mutu beton dan proses pengecoran, termasuk pekerjaan yang dilakukan saat hujan, diverifikasi berdasarkan metode kerja dan spesifikasi teknis.

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Pemkab Deliserdang Terima Aspirasi Massa Unjuk Rasa, Pengaduan Ditindaklanjuti
Diduga Peras Kantor Imigrasi Medan, Dua Oknum LSM Terjaring OTT Polrestabes
Kapolres Aceh Tenggara Ajak Wartawan dan LSM Bersinergi Sukseskan Program Kapolda Aceh
Tokoh Masyarakat Simalungun Beda Pilihan soal Juara Piala Dunia 2026
Marapi Kritik DPRD Simalungun Tak Kuorum Rapat Paripurna
Bupati Deliserdang Ingatkan, Jika Ada Permintaan Uang untuk Jabatan Kepsek Segera Laporkan
komentar
beritaTerbaru