Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 22 Oktober 2026

Beras SPHP Ludes di GPM Sibuhuan, 800 Kg Terjual dalam Setengah Hari

Robert Nainggolan - Rabu, 21 Oktober 2026 18:09 WIB
323 view
Beras SPHP Ludes di GPM Sibuhuan, 800 Kg Terjual dalam Setengah Hari
Foto: harianSIB.com/Robert Nainggolan
Masyarakat membeli beras SPHP dan Minyakita dalam kegiatan GPM di Lapangan Merdeka Sibuhuan, Kabupaten Padang Lawas, Rabu (21/10/2026).

Sibuhuan(harianSIB.com)

Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) habis terjual pada sesi pagi Gerakan Pangan Murah (GPM) di Lapangan Merdeka Sibuhuan, Kabupaten Padang Lawas (Palas), Rabu (21/10/2026).

Hingga pukul 12.00 WIB, penjualan beras SPHP mencapai 800 kilogram, sementara Minyakita terjual sebanyak 840 liter.

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, penyelenggara memesan kembali pasokan kepada Perum Bulog sebanyak 700 kilogram beras SPHP dan 660 liter Minyakita. Kegiatan GPM dijadwalkan kembali berlangsung mulai pukul 14.00 WIB.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Palas, Darman, SSos, MA., melalui Kabid Ketersediaan dan Distribusi Pangan, Mhd. Suheiri Harahap, SE, MSi, mengatakan beras SPHP dan Minyakita dalam kegiatan tersebut dipasok Bulog melalui sistem konsinyasi atau penitipan barang.

Baca Juga:
Dalam GPM tersebut, beras SPHP kemasan 5 kilogram dijual Rp60.000 dan Minyakita Rp15.500 per liter. Berdasarkan keterangan pihak penyelenggara, harga beras SPHP di kios berkisar Rp68.000-Rp70.000 per kemasan, sedangkan Minyakita di pasaran berkisar Rp18.000-Rp20.000 per liter.

Dengan harga tersebut, masyarakat berpotensi menghemat Rp8.000-Rp10.000 untuk setiap kemasan beras SPHP 5 kilogram dan Rp2.500-Rp4.500 per liter Minyakita dibandingkan harga pasaran yang disebutkan.

Suheiri mengatakan persediaan pangan di Kabupaten Padang Lawas secara umum cukup. Namun, harga beras masih mengalami kenaikan.

"Persediaan pangan di Padang Lawas cukup, tetapi harga beras mengalami kenaikan," ujarnya.

Terkait anggaran, Suheiri menjelaskan GPM belum mendapat alokasi dalam APBD murni. Pemerintah daerah masih mengusulkan anggaran Rp64 juta dalam P-APBD untuk tiga kali pelaksanaan GPM.

"Untuk APBD murni memang tidak ada. Saat ini masih diusulkan dalam P-APBD sebesar Rp64 juta untuk tiga kali pelaksanaan GPM," katanya.

Suheiri mengatakan, GPM ini telah dilaksanakan dua kali, yakni di kawasan MTQ di Desa Hasahatan, Kecamatan Barumun Baru, pada Mei 2026 dan di Lapangan Merdeka Sibuhuan, Kecamatan Barumun, Rabu (21/10/2026).

Pemerintah daerah merencanakan satu kali kegiatan serupa menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Selain melalui GPM, pemerintah daerah melalui Satgas Pangan berkolaborasi dengan Satreskrim memantau perkembangan harga 11 bahan pokok untuk mendukung pengendalian harga dan menjaga ketersediaan kebutuhan masyarakat. (*)

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Bupati Ashari Tambunan Terima Penghargaan Pengendalian Inflasi dari Presiden Jokowi
Mendag Minta Pedagang Tak Naikkan Harga Pangan: Kalau Turun Boleh
Kapolri Tito Karnavian Minta Anak Buahnya Cek Harga Pangan Setiap Hari
Erupsi Sinabung Belum Pengaruhi Pasokan dan Harga Pangan
Aksi Protes Kenaikan Harga Pangan di Tunisia Mulai Diwarnai Penjarahan
TPID se-Tabagsel Rumuskan Pengendalian Inflasi
komentar
beritaTerbaru