tidak cukup hanya dengan upacara dan seremonial. Kita harus melanjutkan perjuangan mereka melalui pengabdian, karya dan kontribusi nyata bagi Indonesia.
Disinilah para santri harus mengambil peran penting. Santri tidak boleh merasa kecil dan tidak boleh membatasi diri. Santri bisa apa saja, mulai dari ulama, ilmuwan, pendidik, pengusaha hingga pemimpin bangsa selama terus belajar, bersunguh-sungguh dan mengabdikan ilmunya bagi kemajuan Indonesia.
Oleh karena itu, kuasailah ilmu agama sekaligus ilmu pengetahuan dan teknologi. Peliharalah tradisi pesantren, tetapi jangan pernah takut terhadap perubahan. Jadilah generasi yang teguh memegang nilai-nilai keislaman, terbuka terhadap kemajuan serta mampu menghadirkan solusi bagi persoalan masyarakat. Sebab bangsa yang kuat membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga jujur, berintegrasi dan memiliki kepedulian terhadap sesama. (**)