Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 22 Oktober 2026

Peringatan Hari Santri Nasional di Kabupaten Simalungun

Bambang J Sitanggang - Kamis, 22 Oktober 2026 14:22 WIB
138 view
Peringatan Hari Santri Nasional di Kabupaten Simalungun
Foto harianSIB.com/Bambang J Sitanggang
Dari kanan:Ketua MUI Kabupaten Simalungun Ikhwanuddin bersama Sekretaris Daerah Mixnon Andreas Simamora ketika menyapa para santri pada peringatan Hari Santri Nasional di Kabupaten Simalungun berlangsung di halaman Kantor Bupati Simalungun di Pamatang Ray

Simalungun(harianSIB.com)

Peringatan Hari Santri Nasional di Kabupaten Simalungun berlangsung sukses bertempat di halaman Kantor Bupati Simalungun di Pamatang Raya, Kamis (22/10/2026). Hari Santri Nasional mengusung tema "Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas".

Bertindak sebagai inspektur upacara Sekretaris Daerah Mixnon Andreas Simamora, sedangkan pemimpin upacara, Fahri Aprilio Malau.

Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam sambutan tertulisnya disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Simalungun Mixnon Andreas Simamora menyampaikan Hari Santri yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober merupakan momentum untuk mengenang perjuangan para ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan Kemerdekaan Indonesia.

Sejarah mencatat, resolusi jihad dimaklumatkan Hadratussyekh Kiai Haji Hasyim Asy'ari pada 22 Oktober 1945 telah membangkitkan semangat perjuangan umat Islam mempertahankan kemerdekaan.

Baca Juga:
Semangat itu turut menggerakkan perlawanan rakyat yang mencapai puncaknya dalam peristiwa 10 November 1944, yang kini diperingati sebagai Hari Pahlawan.

Peristiwa tersebut mengajarkan bahwa santri bukan hanya penjaga nilai-nilai agama, melainkan juga bagian penting dari perjalanan bangsa. Karena itu mengenang jasa para pendahulu

tidak cukup hanya dengan upacara dan seremonial. Kita harus melanjutkan perjuangan mereka melalui pengabdian, karya dan kontribusi nyata bagi Indonesia.

Disinilah para santri harus mengambil peran penting. Santri tidak boleh merasa kecil dan tidak boleh membatasi diri. Santri bisa apa saja, mulai dari ulama, ilmuwan, pendidik, pengusaha hingga pemimpin bangsa selama terus belajar, bersunguh-sungguh dan mengabdikan ilmunya bagi kemajuan Indonesia.

Oleh karena itu, kuasailah ilmu agama sekaligus ilmu pengetahuan dan teknologi. Peliharalah tradisi pesantren, tetapi jangan pernah takut terhadap perubahan. Jadilah generasi yang teguh memegang nilai-nilai keislaman, terbuka terhadap kemajuan serta mampu menghadirkan solusi bagi persoalan masyarakat. Sebab bangsa yang kuat membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga jujur, berintegrasi dan memiliki kepedulian terhadap sesama. (**)

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Sambut Hari Jadi Humas Polri ke-75, Polres Tanjungbalai Gelar Baksos Bersihkan Rumah Ibadah
Salmon Sagala: Hari Parlemen Momentum Introspeksi dan Buktikan Keberpihakan kepada Rakyat
Kapolres Batubara Hadiri Upacara HUT ke-81 TNI di Kabupaten Asahan
Polres Tanjungbalai Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026, Tegaskan Komitmen Menjaga Persatuan Bangsa
Kapolres Batubara Hadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026
Polres Batubara Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026
komentar
beritaTerbaru