Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 25 Agustus 2026

Presiden Joko Widodo akan Hadiri HUT ke-100 Rumah Sakit HKBP Balige KBP

* Menko PMK Puan Maharani Terima Pengurus Yayasan Kesehatan H
- Kamis, 26 November 2015 20:03 WIB
826 view
Presiden Joko Widodo akan Hadiri HUT ke-100 Rumah Sakit HKBP Balige KBP
Jakarta (SIB)- Menteri Koordinator  Bidang Pembangunan Manusia & Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani, menerima pengurus  Yayasan Kesehatan HKBP Periode 2015-2019, Selasa (24/11) di kantornya, Jalan Merdeka Barat Jakarta Pusat.

Audensi yang berlangsung selama satu jam itu dipimpin  Ketua Yayasan Kesehatan HKBP Trimedya Panjaitan SH MH didampingi tiga anggota   yaitu St Prof  Dr  Posman Sibuea, Ir  Washington Pane  MSc, Efendi Panjaitan SE MSP dan Bendahara Delphi Masdiana Ujung SH MSi. Juga hadir praktisi kesehatan  dr Suryadi Panjaitan  SpPD.

Sedangkan Menko PMK Puan Maharani didampingi  DR Tb Rahmat Sentika (Deputi III Menko PMK),  Dolfie OFP (Staf khusus), Dr Arif Budimanta (Staf khusus) dan Toto Sugianto (Asdep). Juga hadir  anggota Komisi X DPR RI dari PDI Perjuangan Isma Yatun.

Dalam pertemuan  tersebut diungkapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menghadiri HUT Rumah Sakit HKBP, yang dipusatkan di Balige pada 18 Augustus 2018 mendatang.

Menko PMK Puan Maharani  menyatakan bersedia sebagai Pelindung Panitia Peringatan HUT ke-100 Rumah Sakit HKBP.

Juga mendukung pogram Yayasan Kesehatan HKBP yang dipimpin Trimedya Panjaitan, karena dinilai  hal itu merupakan bagian dari upaya pemerintah dan lembaga masyarakat untuk menangani kesehatan masyarakat.

Kesediaan Menko PMK Puan Maharani sebagai Pelindung Panitia 100 Tahun Rumah Sakit HKBP,  merupakan dukungan moral  bagi panitia untuk melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya.

Setelah memperkenalkan pengurus yayasan Kesehatan HKBP dan rombongan, Trimedya Panjaitan melaporkan keberadaan dan  kondisi Rumah Sakit yang dikelola HKBP saat ini.

Yayasan Kesehatan HKBP  menaungi beberapa Rumah Sakit, yakni  Rumah Sakit Umum (RSU) HKBP Balige (Tobasa) dan  RS HKBP Nainggolan Kabupaten Samosir.

Juga  Akademi Keperawatan (Akper)  HKBP Balige (Kab Toba Samosir),  Balai Pengobatan di Sampuara Kecamatan Lumban Julu, Balai Pengobatan di Hutan Ayu dan Hutan Pancur Pulau Rupat Provinsi Riau.

Rumah Sakit HKBP  berdiri tahun 1918, dibidani  missionaris Jerman dan  sudah memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tanpa henti sampai sekarang.

Pada tahun 70-an , nama Rumah Sakit HKBP Balige, Tobasa masih  agak “harum”,  karena masih banyak pasien yang berobat.

Tahun-tahun itu merupakan era keemasan bagi Rumah Sakit yang ketika itu  dipimpin  dr Otto Hueck.

“Pengurus yayasan  Kesehatan HKBP bercita-cita  mengembalikan kejayaan RSU HKBP Balige sehingga bisa menjadi rumah sakit rujukan di daerah  Tapanuli.
Dewasa  ini kondisinya sudah sangat memprihatinkan, baik dari sisi sarana dan prasarana, terutama Alat Kesehatan (Alkes), maupun dari segi Sumber Daya Manusia (SDM).

Akhir-akhir  ini,  masyarakat Sumut yang  sedang sakit kebanyakan berobat ke Rumah Sakit Penang, Malaysia.

´Hampir 70 % pasien RS Penang, berasal dari daerah Sumut,” kata praktisi kesehatan dr Suryadi Panjaitan, yang juga diamini anggota Yayasan Kesehatan HKBP Prof  Dr  Posma Sibuea, Effendi Panjaitan SE MSP dan Ir  Washington Pane MSc.

Prof Dr Posma Sibuea menyatakan, pengurus Yayasan berkeinginan “Mem Penangkan Rumah Sakit” HKBP Balige”. Artinya, masyarakat yang tadinya berobat ke Penang, Malaysia bisa berobah pilihan  menjadi berobat ke RS HKBP di Balige.

Menurut dr Suryadi Panjaitan, masyarakat Batak dominan menderita 4 jenis penyakit, yakni: jantung, hipertensi, maag (penyakit dalam) dan liver.

Makanya, yayasan berkeinginan untuk memperhatikan keempat jenis penyakit  tersebut,  dengan skala prioritas penyakit dalam. Diperkirakan untuk revitalisasi RS HKBP Balige membutuhkan biaya sedikitnya Rp 60 miliar membangunan sarana dan Alat Kesehatan (Alkes).

Trimedya Panjaitan  menyatakan, program jangka pendek yang akan dilakukan yayasan  adalah membenahi manajemen dan pembangunan sarana  fisik  dan non fisik.

Politisi PDI- P ini merasa gembira, ketika dalam pertemuan Menko PMK Puan Maharani mempersilahkan yayasan berkomunikasi dengan Deputy Menko PMK, terkait hal-hal yang dibutuhkan untuk membenahi rumah sakit HKBP Balige.

“Selain  memperbaiki dan meningkatkan  kualitas pelayanan, fokuskan  dulu masalah kebersihan, karena yang namanya rumah sakit  harus bersih dan higienis,” kata Menko PMK Puan Maharani.

Audensi  diakhiri dengan pemberian kenang-kenangan berupa ulos dari Ketua Yayasan Kesehatan HKBP Trimedya Panjaitan kepada Menko PMK Puan Maharani.  (G 01/ r)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru