Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 02 April 2026

Mahasiswi Universitas Sari Mutiara Ditemukan Tewas di Tangga Kampus

- Selasa, 10 Mei 2016 10:26 WIB
861 view
Medan (SIB)- Seorang mahasiswi Universitas Sari Mutiara Indonesia, Ratna Dewi Gea (20), ditemukan tewas di tangga gedung kampus Fakultas Farmasi Universitas Sari Mutiara Indonesia, Senin (9/5) pagi. Korban yang ditemukan dalam posisi telentang itu diduga kuat tewas lantaran keracunan obat.

Menurut seorang teman korban, Maria Fransiska Sinaga, semenjak Minggu (8/5), Ratna Dewi Gea mahasiswa Jurusan Kebidanan semester 2 itu tidak kelihatan. "Kemarin (Minggu) korban rencananya mau belajar praktik di rumah sakit di Seribudolok Simalungun. Ternyata dia tidak kelihatan terus ditinggal," kata teman sekelasnya itu.

Ternyata, lanjut dia, pada Senin (9/5) pagi, sejumlah mahasiswa mendapatkan kabar kalau korban yang merupakan warga Jalur II Desa Petapahantapung Kampar Propinsi Riau itu, sudah tidak bernyawa lagi. "Tiba-tiba kami dapat kabar kalau Dewi sudah meninggal," jawabnya.

Sebelumnya, menurut Maria Fransisca, korban mengalami sakit asam lambung dan sempat dirawat inap di Rumah Sakit Sari Mutiara. "Memang korban lagi sakit, saya sering melihat Ratna minum obat. Minggu lalu dia baru pulang opname," jawabnya sembari mengatakan temannya itu selama ini tinggal di Asrama Farmasi.

Sambungnya lagi, korban selama ini tidak ada bermasalah terhadap nilai akademis maupun terhadap dosen pengajar. "Anaknya pendiam gitu tidak pernah bermasalah," akunya.

Saat disinggung mengenai korban ada bermasalah pribadi dengan pacarnya, Maria tidak mengetahui sampai sejauh itu. "Ada memang pacarnya, tapi kadang putus kadang nyambung, biasalah bang kalau pacaran anak remaja. Tapi saya tidak tahu kalau masalah pacarannya," tambahnya.

Sementara itu, keluarga Ratna tidak menyangka korban meninggal secepat ini. "Saya dihubungi dosennya sekira pukul 09.30 WIB. Makanya langsung datang ke asramanya. Ternyata kemenakan saya telah meninggal. Saya belum tau penyebab meninggalnya korban," kata Lina di Rumah Sakit Bhayangkara.
Dia mengatakan, sehari sebelumnya, korban masih tampak sehat-sehat. Bahkan seharusnya korban praktik ke Seribudolok Simalungun.

Sementara itu, Wakil Rektor III Universitas Sari Mutiara Indonesia, Karnirius Harefa didampingi Wakil Rektor II Idawati Purba mengatakan, korban pertama kali ditemukan seorang cleaning servis (CS) bernama Sri Wahyuni, yang hendak membersihkan gedung perkuliahan magnolia. "Pada saat menaiki tangga, petugas kebersihan tersebut sangat terkejut melihat tubuh korban sudah tidak bernyawa lagi dengan tangan membiru," kata Karnirius Harefa kepada wartawan.

Lanjut dia, di lokasi kejadian, ada ditemukan bekas muntah dan obat resochin (obat malaria) sebanyak 6 papan. "Dugaan sementara, penyebab kematian adalah keracunan obat karena di lokasi kejadian ditemukan bekas muntah dan obat resochin sebanyak 6 papan," terangnya.

Kata dia lagi, obat resochin bila dikonsumsi secara berlebihan bisa menyebabkan gagal jantung. "Obat ini diperjual belikan di apotek," sebutnya.

Mengenai kebenaran kalau korban sepekan lalu sempat menjalani rawat inap di Rumah Sakit Sari Mutiara karena sakit yang dideritanya, Wakil Rektor III itu tidak membantah. "Memang, korban sebulan lalu rawat inap, tapi tidak ada pengaruhnya dengan sakitnya," cetusnya.

Atas kejadian ini, pihak universitas menyerahkan sepenuhnya kepada Polsek Medan Helvetia untuk penyelidikan. Jenazah Ratna sendiri kini telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk menjalani otopsi.

"Sudah ditangani Polsek untuk penyelidikan penyebab pasti kematian korban. Rencanya, pihak universitas akan memfasilitasi pihak keluarga terkait kematian ini," tambah dia.

Kapolsek Medan Helvetia Kompol Hendra Eko Triyulianto ketika dikonfirmasi mengatakan pihaknya masih mendalami kasus ini. "Masih kita lidik dan masih menunggu hasil otopsi," katanya. (A20/l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru