Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 21 Juni 2026
DPC PPM Kota Medan Rayakan HUT ke-36

3.270 Pejuang Kemerdekaan di Sumut Masih Hidup, Hanya 10 Persen yang Sejahtera

- Senin, 20 Februari 2017 12:30 WIB
228 view
3.270 Pejuang Kemerdekaan di Sumut Masih Hidup, Hanya 10 Persen yang Sejahtera
SIB/ Horas Pasaribu
PPM: Pengurus DPC Pemuda Panca Marga (PPM) Kota Medan dan Pengurus MADA LVRI Sumut makan bersama pada HUT ke 36 DPC PPM Kota Medan, Minggu (19/2) di aula Mada LVRI Sumut Jalan Binjai Medan.
Medan (SIB)- Sekretaris Markas Daerah Legiun Veteran Indonesia (Mada-LVRI) Sumut Letkol (Purn) H Subarman mengatakan, para pejuang kemerdekaan di Sumut yang masih hidup ada 3.270. Data tersebut dihimpun Mada LVRI Sumut dari Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LVRI yang ada di 23 kabupaten/kota di Sumut. Dari jumlah tersebut, hanya 10 persen yang hidupnya sejahtera, selebihnya hidup di bawah garis kemiskinan.

Hal itu dikemukakannya kepada wartawan di sela-sela HUT ke-36 Dewan Pimpinan Cabang Pemuda Panca Marga (PPM) Kota Medan, Minggu (19/2) di aula Mada LVRI Jalan Gatot Subroto/Jalan Binjai Medan. Pengurus Mada LVRI Sumut sudah menjalani 23 kabupaten/kota di Sumut yang ada LVRInya, kondisi yang dibawah garis kemiskinan sangat memprihatinkan, bahkan ada yang tidak memiliki rumah.

Umur para pejuang waktu berjuang, kata Subarman antara 18-30 tahun, mereka yang masih hidup sekarang sudah berumur 78-sampai 90 tahun. Hidup mereka hanya menunggu hari, tapi di detik-detik terakhir hidup mereka justru mengalami hidup tidak sejahtera, di bawah garis kemiskinan. Padahal mereka berjuang untuk kemerdekaan, jiwa dan raga dipertaruhkan untuk memerdekakan NKRI.

Apalagi kata dia, Yayasan Supersemar sudah menghentikan bantuan beasiswa kepada anak-anak veteran (pejuang).

"Kita sangat prihatin kalau ini sampai dihentikan, bagaimana nanti anak-anak pejuang yang saat ini masih sedang dalam bangku perkuliahan, tentu akan membayar sendiri uang kuliahnya. Bagaimana pula kalau yang hanya mengharapkan beasiswa tadi dan tidak mampu membayar uang kuliahnya sendiri karena ekonomi, kita sangat prihatin mengetahui kabar ini," ucap Subarman.

Dia menceritakan, ketika berjuang membela tanah air, para pejuang berangkat dari pengabdian yang tanpa pamrih. Kalau orang di zaman sekarang berjuang berangkat dari kebutuhan untuk memenuhi keinginan sendiri. Pahit getirnya perjuangan membela bangsa zaman memperjuangkan kemerdekaan dulu membuat sebagian besar pejuang tidak sempat sekolah.

Ketua DPC PPM Kota Medan Henry Jhon Hutagalung yang juga Ketua DPRD Kota Medan berharap pemerintah bertanggungjawab untuk meneruskan beasiswa kepada anak dan cucu pejuang kemerdekaan RI. Karena Presiden Soekarno pernah mengatakan, bangsa yang besar adalah yang menghargai jasa para pahlawan. Untuk itu permasalahan pendidikan anak-cucu pejuang serta kesejahteraan pejuang yang masih di bawah garis kemiskinan akan dibahas di DPC, DPD dan sampai ke DPP PPM. "Kami akan menyampaikannya kepada DPR RI atau bisa juga langsung kepada Presiden Jokowi, kita tidak boleh membalas jasa para pejuang bangsa dengan cara seperti ini," tegasnya. Turut hadir pada acara itu mantan Ketua DPC PPM Medan Drs Darussalam Pohan, Pengurus PPM Medan Drs Wong Chun Sen, Pengurus Mada LVRI Alauddin AE SIP dan yang lainnya. (A10/q)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru