Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 12 Mei 2026

Forkom Alumni Magang ke Jepang Siap Bantu Atasi Pengangguran di Sumut

* Ketua DPRDSU Apresiasi Penyaluran 600 Tenaga Magang ke Jepang
- Rabu, 05 April 2017 10:56 WIB
549 view
Medan (SIB)- Forkom AMJ (Forum Komunikasi Alumni Magang ke Jepang) Sumut siap membantu Gubsu Erry Nuradi melalui program Paten untuk mengatasi pengangguran di Sumut. Mereka siap menyalurkan tenaga magang ke Jepang minimal 600 orang setiap tahunnya dengan gaji Rp12-15 juta/orang/bulan.

Hal itu diungkapkan Ketua, Forkom AMJ Sumut Poltak Silitonga didampingi Franky Hutagaol, Ismahyuddin dan  sejumlah pengurus lainnya ketika beraudiensi kepada Ketua DPRD Sumut H Wagirin Arman, Senin (3/4) di ruang Ketua DPRD Sumut.

"Setelah kita buka program  merekrut pemuda untuk diberangkatkan ke Jepang sebagai pekerja magang, ternyata masyarakat Sumut sangat meminatinya. Terbukti dalam satu tahun ini,  2 kali kita lakukan perekrutan dan kita telah menyalurkan tenaga magang ke Jepang sebanyak 600 orang dengan gaji Rp12-15 juta/orang/bulan," ujar Silitonga.

Berdasarkan pengalaman Forkom AMJ Sumut, tambah Hutagaol, perusahan-perusahaan di Jepang sangat  meminati tenaga kerja dari Sumut, karena bekerja sangat gigih, jika dibandingkan dengan putra-putri dari provinsi lain.

"Kita sering ditanya perusahaan Jepang, mengapa para tenaga magang dari Sumut jumlahnya sangat sedikit, jika dibandingkan dengan propinsi lain. Padahal mereka siap menampung putra/putri asal Sumut dengan jumlah besar," ujar Silitonga sembari menambahkan, kendala yang dihadapi Forkom AMJ Sumut menyangkut biaya perekrutan, pendidikan, biaya Paspor dan ongkos keberangkatan tenaga magang ke Jepang. 

Jika Pemprovsu membantu dengan menganggarkan dana perekrutan, pendidikan maupun biaya Paspor tenaga magang ke Jepang di APBD Sumut, tentunya Forkom AMJ Sumut katanya tidak kewalahan mengirim para tenaga magang minimal dua kali setahun dengan jumlah besar, sehingga bisa melancarkan program Paten dalam mengatasi pengangguran di Sumut.  

Ditambahkan Hutagaol dan Ismahyuddin, Forkom AMJ Sumut pernah ditegur dan diancam oleh Menaker (Menteri Tenaga Kerja) RI untuk menyetop pengiriman putra/putri asal Sumut menjadi tenaga magang ke Jepang, dengan alasan minimnya biaya serta tersendatnya pengiriman. Padahal perusahaan Jepang sangat mebutuhkannya. Mendengar ancaman Menaker tersebut, Poltak Silitonga bersama rekan-rekannya justru mengancam balik Manaker akan menuntut ke pengadilan, jika berani menyetop putra-putri asal Sumut bekerja magang ke Jepang. Sehingga dicari solusi, untuk tidak tersendatnya pengiriman tenaga magang tersebut, disarankan bekerja-sama dengan Pemprovsu dalam hal perekrutan, pendidikan serta penganggaran di APBD.

Berkaitan dengan itu, Forkom AMJ Sumut sangat berharap kepada Ketua DPRD Sumut untuk bisa menjembatani permasalahan anggaran pengiriman tenaga magang ke Jepang ini dengan Pemprovsu, agar dapat ditampung di APBD. Pengangguran di Sumut akan dapat teratasi, sebab dalam waktu 3 tahun saja pemuda Sumut magang di Jepang, bisa membawa uang ke Indonesia sebesar Rp500 juta.

Mendengar penjelasan Forkom AMJ Sumut, Wagirin Arman sangat mengapresiasi gebrakan para alumnus-alumnus pekerja magang ke Jepang tersebut yang bisa membantu mengurangi angka pengangguran yang jumlahnya setiap tahun mengalami peningkatan. Menurutnya program tersebut perlu ditindaklanjuti Pemprovsu dengan mengalokasikan anggarannya di APBD Sumut.

"Ini patut kita dukung, karena tujuannya untuk mengatasi pengangguran. Kita di dewan akan menjaduwalkan rapat dengar pendapat antara Forkom AMJ Sumut, Komisi E DPRD Sumut yang membidangi Kesejahteraan Sosial dengan Disnaker Provsu, untuk mensinkronkan tugas pokok dan fungsi masing-masing, agar program-program Forkom AMJ bisa terealisasi," ujar Wagirin Arman. (A03/l)
 

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru