Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 14 April 2026

Pembekalan Pengetahuan Rekam Medis Penting Menunjang Profesionalisme Pelayanan di RS

- Senin, 14 Agustus 2017 12:41 WIB
435 view
Medan (SIB) -Pembekalan pengetahuan rekam medis sangat penting dilakukan untuk menunjang profesionalisme pelayanan di rumah sakit. Baik buruknya rumah sakit bergantung pada rekam medis yang dimiliki rumah sakit tersebut. Hal itu diungkapkan Nuryati SFar Mph, Akademisi asal Yogyakarta  selaku Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis Seluruh Indonesia saat  menyampaikan kuliah umum rekam medis  kepada mahasiswa D3  Terapan Prodi Rekam Medis  dan Informasi Kesehatan   di kampus Akademi Pendidikan Kesehatan (APK) Talitakum Jalan Setia Budi Simpang Selayang Medan Tuntungan baru-baru ini.

Acara kuliah umum tersebut dihadiri  Ketua Yayasan Akademi Pendidikan dan Kesehatan Talitakum Drs Panusunan Yacob Purba, Ketua Prodi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan dr Yudica Rosalina Nainggolan SP.PK, sejumlah dosen Rekam Medis dan mahasiswa.

Panusunan Purba menuturkan, mahasiswa Prodi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan penting diberi pembekalan dalam bentuk kuliah umum seperti itu.
Pasalnya, nantinya para  mereka  ini akan disalurkan ke rumah sakit.

"Mereka inilah yang bertugas secara profesional nanti tentang rekam medis," kata Purba.

Disebutkannya, lulusan D3 Prodi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan itu akan disalurkan ke berbagai rumah sakit. yang sudah  dijalin sekaligus merupakan mitra kerja pihak kampus Talitakum.

Purba mengungkapkan, Kementerian Kesehatan telah membuat suatu aturan yang menunjang pelayanan kesehatan.sehingga, kuliah umum tersebut  dianggap penting agar dapat mengejar segala ketentuan-ketentuan yang berlaku.

BERKOMUNIKASI
Dalam kuliah umum Nuryati SFar Mph memaparkan tentang Perekam Medis dan Informasi Kesehatan (PMI). tersebut menyangkut standar kompetensi, profil lulusan, catatan pembelajaran, kurikulum, hingga uji kompetensi nasional D3 keperawatan.

Dosen Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta ini juga berpesan,  agar mahasiswa dapat menjalin komunikasi yang efektif dengan pengguna jasa pelayanan kesehatan. Mampu berkomunikasi dengan mitra kerja.

Kemudian harus juga menjaga tutur bahasa dan sikap sopan santun dalam berkomunikasi saat praktik kerja lapangan. Jangan main telepon genggam saat bekerja. Jadi mahasiswa harus jaga sikap," pintanya.

Di satu sisi,katanya,para mahasiswa juga dituntut mampu memenej data kesehatan di rumah sakit. Mengelola struktur isi dan standar data kesehatan dan menyusun standar serta persyaratan informasi pelayanan kesehatan.

"Jadi harus bisa merancang sistem klarifikasi klinis, merancang metodologi pembayaran pelayanan kesehatan,sehingga mampu mengecek status pasien sesuai data," tambahnya.

Mahasiswa juga harus dapat memanfaatkan ilmu statistik kesehatan untuk riset biomedis dan manajemen kualitas. Lalu membuat statistik asuhan kesehatan dan peningkatan kinerja.Menguasai konsep teoritis secara umum tentang data dan pengumpulan data rekam medis.(A2/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru