Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 13 Mei 2026

Maraknya Proyek Pengorekan Parit Picu Kemacetan Medan

- Kamis, 05 Oktober 2017 14:21 WIB
290 view
Medan (SIB)- Pengguna jalan dan pelaku ekonomi mengeluh akibat maraknya proyek pengorekan parit dan penggalian yang tidak profesional sehingga mengakibatkan jalanan macat di mana-mana. Tanah korekan yang  seharusnya segera diangkut, malah dibiarkan menumpuk  berlama-lama menunggu ada yang membeli. Akibatnya, jika hujan turun jalanan menjadi becek dan jika cuaca panas jalanan menjadi berdebu.

"Keberadaan tumpukan tanah di badan jalan itu membuat  jalan makin menyempit hingga menjadi macet. Bahkan jalan menjadi licin dan becek, sehingga mengakibatkan kendaran macat yang panjang," ujar Nurdin warga pengguna jalan raya kepada SIB, Rabu (4/10).

Dijelaskan, proyek pengorekan parit itu diakui  tujuannya untuk menanggulangi banjir yang akhir-akhir ini mulai mengkhawatirkan ketika hujan turun.

"Karena itu kami mengharap pekerjaan dilaksanakan profesional, artinya mengutamakan kepentingan umum, jangan karena tanah bekas galian belum laku terjual  dibiarkan berhari-hari, sehingga membuat kendaraan macat panjang dimana-mana," harapnya.

Nurdin dan warga lainnya mendukung pengorekan parit karena tujuannya untuk kepentingan bersama dengan harapan Kota Medan terhindar dari banjir. Tapi akibatnya pihak kontraktor yang mengerjakan pengorekan parit juga benar-benar bekerja secara profesional.

Bukan hanya membuat resah warga, para pelaku ekonomi diantaranya Jon Ray Porman juga mengaku rugi akibat proyek galian parit dan yang dikerjakan kontraktor-kontraktor yang ditunjuk Dinas Bina Marga Medan. Sebab perjalanan angkutannya menjadi lama karena macat akibatnya mengaku omset usahanya menurun drastis gara-gara pengorekan parit tersebut.

Ia berharap pengorekan parit dapat dikerjakan secara profesional jangan lagi seperti tahun-tahun sebelumnya tetap begitu-begitu saja, agar kalangan dunia usaha tidak ikut mengeluh karena tidak bisa membuka tokonya karena adanya pengorekan parit. (A12/l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru