Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 14 September 2026

Anggota DPD dan Wabup Deliserdang Apresiasi Program Peremajaan Sawit Rakyat yang dicanangkan Jokowi

- Selasa, 28 November 2017 14:21 WIB
483 view
 Anggota DPD dan Wabup Deliserdang Apresiasi Program Peremajaan Sawit Rakyat yang dicanangkan Jokowi
SIB/Jekson Turnip
DIABADIKAN: Wakil Bupati Deliserdang Zainuddin Mars didampingi Kadis Pertanian Syamsul Bahri diabadikan saat menghadiri kunjungan Presiden Jokowi dalam program peremajaan sawit rakyat, Senin (27/11) di Dolokmasihul.
Sergai (SIB)- Wakil Bupati (Wabup) Deliserdang H Zainuddin Mars mengatakan program peremajaan sawit rakyat yang dicanangkan Presiden Joko Widodo sangat positif buat rakyat. Namun program itu belum dapat dinikmati di Kabupaten Deliserdang, sebab usia tanaman rata-rata di bawah 25 tahun.
Hal itu dikatakannya kepada SIB, Senin (27/11) saat menghadiri acara program peremajaan sawit rakyat bersama Presiden Jokowi di Desa Kotatengah, Kecamatan Dolokmasihul, Kabupaten Sergai.

"Saya pikir program itu sangat positif kepada rakyat. Untuk Kabupaten Deliserdang ada 14.000 hektar kebun sawit rakyat, dimana sebagian besar tanaman dikatakan belum tanaman tua atau di bawah 25 tahun," kata Zainuddin Mars sembari mengatakan untuk Deliserdang ke depan program itu sangat menjanjikan bagi peningkatan perekonomian petani.

Hal senada dikatakan Kadis Pertanian Deliserdang Syamsul Bahri, program tersebut untuk di Kabupaten Deliserdang masih proses verifikasi. "Sudah ada memang yang memenuhi syarat, cuma harus diidentifikasi kembali sebab syaratnya tidak lahan hutan dan harus memiliki sertifikat," katanya.

Selanjutnya, papar Syamsul Bahri, syaratnya harus bermitra dengan opteker (perkebunan besar) dan harus ada izin, dimana semua itu di Deliserdang masih proses verifikasi. "Mungkin tahun 2018 sudah dapat dinikmati program peremajaan sawit rakyat yang dicanangkan Presiden Jokowi itu," prediksi Syamsul Bahri yang juga mengaku sawit rakyat di Deliserdang seluas 14.000 hektar.

Terpisah, anggota DPD RI Parlindungan Purba menyambut baik program yang sangat bagus itu. Namun perlu pendampingan terus dari pemerintah. Selain dana, teknologi perkebunan harus diberikan kepada rakyat. Kemudian keterlibatan pengusaha besar merupakan hal yang sangat bagus.

Disebutkannya, teknologi pengelolaan dan manajemen keluarga harus diajarkan kepada rakyat, sehingga program peremajaan sawit rakyat dapat dimanfaatkan.

Kepada petani yang mendapatkan program itu, kata Parlindungan Purba, harus bersyukur dan mau mengembangkan pengetahuan. Sebab sudah ada sertifikat dan teknologi. "Jangan hanya pupuk saja pengetahuannya, namun pemeliharaan bibit juga harus secara terpadu agar maksimal efeknya buat petani," katanya.

Sementara, Dandim 0204/DS Letkol (Arm) Asep Hendra Budiana ketika dikonfirmasi SIB dalam pengamanan Presiden Jokowi mengatakan, personil diturunkan sebanyak 900 orang gabungan TNI dan Polri.

Sehari sebelum kunjungan Presiden, kata Asep, sudah dipersiapkan kordinasi dengan Pemda setempat untuk kelancaran kegiatan, termasuk kegiatan terkait protokoler. Di samping itu, pihak keamanan sudah melaksanakan gladi untuk pengamanan tentunya di ring luar dan dalam. (C06/q)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru