Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 21 Mei 2026

Natal Oikumene Kabupaten Sergai Meriah, Kaum Tuna Netra Terima Tali Asih

* Bupati Soekirman Ajak Umat Kristiani Bijak Hadapi Perubahan Zaman dan Budaya
- Kamis, 21 Desember 2017 11:22 WIB
270 view
Natal Oikumene Kabupaten Sergai Meriah, Kaum Tuna Netra Terima Tali Asih
SIB/Durahman Silitonga
TALI ASIH: Bupati Soekirman didampingi Ketua Umum Panitia Kompol Edi Bona Sinaga, Wakil Ketua DPRD Defriati Tamba, Pengkotbah Pdt Dr Martonggo Sitinjak menyerahkan tali asih kepada warga tuna netra pada perayaan Natal Oikumene Serdangbedagai, Minggu (17/1
Sergai (SIB) -Perayaan Natal Oikumene Kabupaten Serdangbedagai  dirangkai dengan Pestival Paduan Suara Gerejani (Pesparani) dan lomba vokal grup yang dilaksanakan di halaman Kantor Bupati di Seirampah berlangsung meriah, Minggu (17/12). Puluhan warga tuna netra penghuni Panti Belidahan Kecamatan Seirampah  dan Panti Karya Seibuluh Kecamatan Telukmengkudu menerima tali asih berupa beras yang diserahkan Bupati Soekirman didampingi Ketua Umum Panitia yang juga Wakapolres Sergai, Kompol Edi Bona Sinaga.

Natal itu menampilkan pengkotbah Pdt Dr Martonggo Sitinjak (Kadep Kinonia HKBP)  dihadiri puluhan pendeta dari lintas denominasi gereja, Praeses HKBP Distrik Tebingtinggi-Deli Pdt Pantun Silitonga, Pimpinan OPD Pemkab yakni Asisten I Drs Ramses Tambunan, Kadishub Drs Herlan Panggabean, Kasatpol PP Drs Fajar Simbolon, Sekretaris Kesbang Drs Amir Panggabean beserta para anggota DPRD yakni Defriati Tamba, Hotnauli Sinurat, Rasdiaman Damanik, Enriko Silalahi dan Wanretno Simanullang, sejumlah camat dan Kades serta undangan lainnya.

Ketua Umum Edi Bona Sinaga mengatakan, masyarakat Kristen patut berbangga karena perayaan Natal dan Pesparani yang diikuti 70 kontingen untuk 6 kategori yakni Anak-anak Sekolah Minggu, Pemuda, kaum bapak, kaum ibu, koor gabungan dan vokal grup  itu terlaksana atas bantuan dana yang sudah ditampung dalam APBD Sergai. Selain itu, perhatian bupati dan jajarannya menyukseskan acara sangat luarbiasa sehingga massa yang hadir lebih 2.500 orang semuanya diberikan makan bersama. Para juara, katanya mendapat trophy, uang pembinaan dan piagam penghargaan.

Praeses HKBP Tebingtinggi Pdt Pantun Silitonga dan Wakil Ketua DPRD Defriati Tamba dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada bupati atas cepat tanggapnya memberi bantuan terhadap para korban banjir yang melanda Sergai belum lama ini. "Hendaknya, pak bupati juga menambah perhatian untuk honor guru-guru sekolah minggu termasuk dana pembinaan kepada pendeta dan pengurus gereja," ucapnya.

Bupati Soekirman dalam sambutannya yang sesekali berbahasa Batak Toba mengatakan, masyarakat Sergai yang beragam suku, agama dan budaya senantiasa rukun dan damai dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. "Walaupun sedikitnya 4 ribu kk di 7 kecamatan terkena banjir, kita masih  bersyukur. Sebab, bencana serupa dan lebih dahsyat juga menimpa saudara kita di daerah lain. Eme Sitamba Tua Parlinggoman ni Siborok, Debata do silehon Tua Saluhutna hita Diparorot," ucapnya.

Kata bupati, masyarakat terlebih warga Kristen agar tekun berdoa sehingga daerah kita dijauhkan dari bencana. Andai pun terjadi kesusahan apalagi kegelapan, dia mengajak jangan larut dalam kesedihan, lebih baik hidupkan lilin agar datang hatiuron atau terang. "Saya mengajak umat Kristen yang mayoritas halak Batak untuk tidak mudah terprovokasi oleh hasutan dan adat budaya yang salah seperti mengucapkan selamat Natal kepada orangtua, tulang, sisolhot dohot dongan tubu melalui SMS HP. Tung holan SMS pe sahat naung surduk ma tangan marsijalangan. Itu kurang tepat dan tidak hormat. Ikkon ro do hita jala hundul denggan. Jadi binoto ma ise iba. Alana molo Batak somba marhula-hula, elek marboru, manat mardongan tubu jala sorta mardongan sahuta. Apalagi dewasa ini, bapak dan ibu banyak yang viral berHP sehingga lupa dengan anak. Saya mengajak warga Kristen supaya bijak menghadapi perubahan zaman terutama tentang adat dan budaya," paparnya.

Terkait usulan menaikkan honor guru sekolah minggu dan bantuan sosial lainnya, Pemkab Sergai senantiasa peduli. Namun, akibat faktor regulasi dan minimnya PAD daerah maka sulit terpenuhi. Tetapi, semuanya menjadi catatan untuk diperjuangkan. "Sititik ma si gompa hodong hais ni ruma, tung songoni dope natarpatupa, sai godang ma pinasuna," tandas bupati bersemangat.

Pdt Dr Martonggo Sitinjak dalam khotbahnya mengajak umat Kristiani jangan sombong dan serakah. Sebaliknya harus terus belajar supaya pintar dan tidak terbelakang, harus bekerja keras agar sehat dan kuat, perduli dan saling menolong orang lain serta selalu menyampaikan kabar sukacita dan keselamatan. (C07/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru