Medan (SIB)- Bishop Gereja Methodist Indonesia (GMI) Pdt Kristi Wilson Sinurat STh MPd meminta GMI terus meningkatkan pelayanan di bidang pendidikan, terutama bagi masyarakat yang tidak mampu dan menetap di daerah-daerah yang sulit.
Hal itu diungkapkannya ketika menerima pengurus Yayasan Methodis Binjai Indonesia dan pimpinan sekolah Peterus SH MM, Drs Robert MM, Boksu I Gede, Hadunata dan Jhoni, Selasa (13/3) di ruang kerjanya.
Bishop mengatakan, dunia pendidikan harus terbuka untuk semua etnis dan agama. Ini merupakan satu bentuk pengabdian bagi bangsa dan negara. Dengan demikian rasa toleransi antar sesama bisa terbangun sejak dini. "Dalam setiap tingkat pendidikan kita harus perhatikan dan beri porsi bagi orang yang tidak mampu," pinta Bishop.
Sementara itu, pimpinan sekolah Methodist Indonesia Binjai Peterus di Binjai, Rabu (14/2) mengatakan, kedatangan pengurus Yayasan Methodist Binjai kepada Bishop GMI yakni, untuk menyampaikan undangan perayaan HUT 100 tahun Methodist Binjai Indonesia. Kegiatan berlangsung selama dua hari yakni tanggal 25 dan 26 Maret 2018, di lapangan Yayasan Methodist Indonesia Binjai Jalan Jenderal Sudirman Binjai. "Kita undang Bishop," ujar Peterus.
Menurut Peterus, HUT 100 tahun ini akan dirayakan besar-besaran, yang akan dihadiri Wali Kota Binjai HM Idaham SH MSi. Pada tanggal 25 Maret diawali acara pembukaan plus acara kebaktian. Selanjutnya kegiatan jalan santai (Fun Walk) dan bazar. Sorenya akan ada jamuan untuk tokoh lintas agama dan suku. Sedangkan acara puncaknya dilaksanakan pada tanggal 26 Maret.
Kegiatan HUT 100 tahun ini, lanjut Peterus, yakni memperigati berdirinya sekolah Methodist Indonesia Binjai sejak tahun 1918.
Bishop menyambut gembira kegiatan HUT Methodist Indonesia Binjai tersebut dan berjanji akan hadir. (A25/q)