Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 02 Mei 2026
Bertemu Ketua DPRD Medan

Angkatan Muda Siraja Oloan Bertekad Pertahankan Budaya Batak dan Hindari Kawin Semarga

- Kamis, 22 Maret 2018 14:02 WIB
684 view
Angkatan Muda Siraja Oloan Bertekad Pertahankan Budaya Batak dan Hindari Kawin Semarga
Medan (SIB)- Angkatan Muda Siraja Oloan (Amsro) Sumut akan dilantik Ketua Umum DPW Punguan Pomparan (keturunan) Siraja Oloan Sumut Sanggam SH Bakkara pada acara syukuran awal tahun yang akan digelar pada Sabtu (24/3) di Aula Akbid Senior Padangbulan Medan. Sebelum pelantikan, pengurus ini bertemu dengan Ketua DPRD Medan Henry Jhon Hutagalung SE SH MH, di ruang rapat pimpinan DPRD Medan, Selasa (20/3).

Pengurus terdiri dari Tamita Sinta R Sihite, Anita Ratnasari Simanullang, Mader Hasugian (ketua panitia), Adolf Von Rad Sihotang, Adi Wiratama Sihite, Karnoven A Sihotang, Desna Sihotang, Putry Hotria Sihotang, Yeni Fitria Sihotang. Mereka didampingi Ketua Umum DPW Punguan Pomparan Siraja Oloan Sumut Sanggam SH Bakkara bertemu Ketua DPRD Medan. Marga Siraja Oloan terdiri dari Naibaho, Sihotang, Bakkara, Sinambela, Sihite dan Simanullang.
Mader Hasugian mengatakan, Amsro terbentuk oleh tunas-tunas muda Siraja Oloan yang datang dari berbagai daerah melalui perguruan tinggi yang ada di Kota Medan. Berdirinya organisasi ini atas kerinduan untuk bersatu. Mereka bertekad untuk mempertahankan adat dan budaya Batak dan menghindari perkawinan satu marga. Melalui organisasi ini mereka juga ingin Amsro membentuk generasi muda menjadi SDM yang unggul.

Seperti yang terjadi di beberapa daerah, perkawinan sesama pomparan Siraja Oloan sudah ada. Selain itu, banyak dari mereka yang sudah sampai di kota besar seperti Medan enggan berbahasa Batak. "Budaya dan bahasa Batak harus dilestarikan generasi muda agar kelak tidak punah. Kita ini adalah bersaudara, satu darah, makanya harus ditekadkan melalui generasi muda seperti kami agar tidak kawin semarga," ucapnya.

Murder Hasugian juga mengatakan bahwa kepengurusan Amsro ini beranggotakan pemuda-pemudi yang terdiri dari mahasiswa dan alumni serta berusia di bawah 30 tahun dan belum menikah. Pada kesempatan itu, mereka meminta kepada Henry Jhon Hutagalung (boru Siraja Oloan/istri boru Sinambela) mau menjadi penasehat mereka. Henry Jhon pun menyanggupi permintaan mereka.

Sanggam SH Bakkara berterima kasih atas perhatian Henry Jhon terhadap Amsro. Meski Henry Jhon adalah boru Siraja Oloan, tapi di pemerintahan dia adalah seorang pemimpin yakni Ketua DPRD Medan, sehingga sangat dibutuhkan tenaga dan pemikirannya menjadi pembina Amsro.

Perlu Membangun
Henry Jhon Hutagalung dalam nasehatnya mengatakan, kehadiran Amsro sudah sangat baik, apalagi mereka dari kalangan muda yang ingin menjadi SDM yang unggul dan peduli terhadap budaya Batak. Tapi itu saja kata politisi PDI perjuangan ini tidaklah cukup. Amsro menurut dia, harus membangun relasi dan jaringan ke segala lini agar kelak menjadi pemimpin yang unggul dan kawakan. "Kalau jaringan luas, di manapun kita berada, ada yang kita kenal untuk berkomunikasi dan bekerjasama," ucapnya.

Dijelaskannya, era modrenisasi makin berkembang, diperkirakan 35 tahun lagi semua sudah serba robot. Makanya generasi muda khususnya Amsro harus sudah memikirkan perkembangan zaman bagaimana mengadapi era modernisasi ini. "Kita tidak bisa lagi berleha-leha, semua harus kita antisipasi dengan membekali diri sesuai yang dibutuhkan zaman. Berorganisasi itu sangat baik, karena banyak orang jadi pemimpin karena sering berorganisasi, di organisasi akan terbangun jiwa kepemimpinan," tuturnya. (A10/h)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru