Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 05 Mei 2026

Warga Berharap Pemkab Langkat Benahi Infrastruktur di Desa-desa Tertinggal

Redaksi - Senin, 20 Januari 2020 11:42 WIB
270 view
Warga Berharap Pemkab Langkat Benahi Infrastruktur di Desa-desa Tertinggal
SIB/Lesman Simamora
Salah satu ruas jalan yang rusak dan belum pernah tersentuh aspal terdapat di Dusun VII menuju Kebun Ubi Desa Pangkalansiata, Langkat. Foto direkam, Sabtu (18/1).
Pangkalansusu (SIB)
Peringati hari jadi Kabupaten Langkat ke - 270 yang dilaksanakan pada Jumat (17/1-2020), hendaknya dijadikan sebagai evaluasi serta momentum peningkatan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan serta perbaikan mutu pendidikan sekolah dasar negeri di sejumlah desa/kecamatan yang tertinggal di Langkat.

270 tahun usia Kab Langkat, dan Indonesia menjelang 75 tahun merdeka, tapi kini masih cukup banyak jalan dan jembatan yang masih memprihatinkan seakan menunjukkan ketidakseriusan dan minimmya empati pemerintah dalam meningkatkan pembangunan sarana ekonomi masyarakat desa.

Semisal desa tertinggal Desa Pangkalansiata Kecamatan Pangkalansusu Kab Langkat. Sampai saat ini kondisi jalan utama dan jalan antar dusun di desa ini masih jauh tertinggal jika dibandingkan desa lainnya.

Di usia Kabupaten Langkat yang sudah 270 tahun, namun ironisnya, sejauh ini tak sejengkal pun jalan yang sudah diaspal hotmix di desa tertinggal seperti Desa Pangkalansiata.

"Jalan utama diperkirakan sepanjang 10 Km menuju Desa Pangkalansiata, kini sangat sulit dilalui kendaraan. Ketika kemarau ruas jalan berdebu tebal. Saat musim hujan, ruas jalan berlumpur tebal dan licin," ujar warga setempat Suprayitno baru baru ini kepada SIB di Desa Pangkalansiata.

Kondisi jalan sangat buruk kerap menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat. Karena kondisi jalan berlumpur saat musim hujan, membuat petani sulit mengangkut hasil pertanian seperti tandan buah sawit (TBS), dan lainnya untuk dipasarkan ke luar.

Menurut dia, jika curah hujan tinggi dalam beberapa hari saja yang mengakibatkan jalan sulit dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat, ada sejumlah petani yang terpaksa membiarkan buah sawit miliknya busuk di pohonnya, seperti yang terjadi pada tahun sebelumnya.

Bukan saja hanya petani yang mengeluhkan buruknya kondisi jalan, tapi anak-anak sekolah juga merasa sulit melintasi jalan berlumpur apalagi dengan menunggang sepedamotor menuju sekolah SMP dan SMA sederajat ke Kecamatan Besitang Langkat, maupun saat mereka kembali pulang ke desa.

"Roda dan sayap kendaraan disesaki lumpur tebal disertai kerikil kecil yang mengakibatkan sepedamotor harus terjebak dalam kubangan lumpur. Dengan kondisi jalan rusak seperti itu, maka tidak mungkin petani bisa mengeluarkan TBS dari kebun miliknya," sambung Suprayitno.

Dikatakan, buruknya infrastruktur jalan, tidak saja hanya dirasakan para pelajar, tapi warga dewasa yang akan hendak beraktivitas keluar dari desa maupun sebaliknya, sepedamotor mereka juga sering terjebak kubangan lumpur, hingga berjam-jam lamanya.

Bahkan di antara peserta didik ada yang terpaksa memutar balik kendaraannya pulang ke rumah, dan tidak bisa lagi pergi ke sekolah di Besitang, karena sepedamotor yang dikemudikannya tidak bisa menembus ruas jalan berlumpur tebal dan licin, ujarnya.

Selain jalan yang dikeluhkan masyarakat desa, kata dia, juga beberapa infrastruktur jembatan antar dusun yang sejauh ini membutuhkan pembangunan jembatan secara permanen di Desa Pangkalansiata.

Bukan itu saja, wajah buram pendidikan juga terdapat di Desa Pangkalansiata tepatnya di SDN 057768 Sei Udang. Hanya satu guru yang merangkap kepala sekolah, wali kelas 1 s /d kelas VI sekaligus guru agama dan guru olahraga.

"Hanya satu tenaga pendidik berstatus PNS tanpa dibantu guru non PNS. Bagaimana mungkin para peserta didik di sekolah itu akan dapat mengecap pendidikan sebagaimana yang diharapkan," terangnya.

Di sekolah swasta saja, ada guru kelas yang membantu Kepsek mengajar. "Ini sekolah negeri, tapi gurunya hanya satu yang tidak memungkinkan dapat mengajar dan mendidik siswa secara baik dan benar di sekolah tersebut, ungkapnya.

Dengan momentum peringatan hari jadi ke-270 Kab Langkat, diharapkan agar bupati lebih serius dan peduli meningkatkan pembangunan jalan dan jembatan serta mutu pendidikan khususnya di Desa Pangkalansiata. (M25/f)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru